PROSULUT.com, TAHUNA – Rehabilitasi Pelabuhan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, terus dikebut dan kini memasuki tahapan penting. Progres fisik pekerjaan dilaporkan telah mendekati 80 persen, menandakan fasilitas pelabuhan tersebut semakin dekat menuju penyelesaian.
Plt. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas IIB Tahuna, Melfried Palanewen, mengatakan setelah pekerjaan utama berjalan, tahap berikutnya akan diarahkan pada penataan kawasan depan terminal, termasuk area lapangan parkir.
“Sekarang kita lagi menuju ke 80 persen untuk Pelabuhan Tahuna. Mungkin dua sampai tiga minggu ke depan kita akan mulai melihat adanya penataan lapangan parkir yang ada di depan terminal. Kemungkinan semua mulai bekerja kurang lebih tanggal 6 atau 7,” ujar Melfried saat diwawancarai ProSulut.com di ruang kerjanya, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, penataan lapangan parkir diperkirakan mulai dikerjakan dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Pekerjaan tersebut diharapkan dapat membuat kawasan depan terminal menjadi lebih tertata sekaligus mendukung kenyamanan masyarakat dan pengguna jasa pelabuhan.
Melfried juga menjelaskan material hasil pembongkaran bagian dermaga akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan pekerjaan. Material tersebut dapat digunakan sebagai penahan tanah, sementara material berukuran besar dimanfaatkan untuk kebutuhan konstruksi penahan gelombang.
“Untuk hasil pembongkaran dermaga itu digunakan untuk penahan tanah atau materialnya dibuang ke sekitar situ sesuai kebutuhan. Kalau untuk item yang besar biasanya kita manfaatkan untuk penahan gelombang,” jelasnya.
Selain pekerjaan fisik, Melfried memastikan seluruh aspek administrasi dan dokumentasi pelaksanaan rehabilitasi berjalan dengan baik. “Terkait pelaksanaan maupun dokumen-dokumen yang diperlukan, semuanya aman. Semua ada dan terdokumentasi dengan baik,” tutupnya.
Dengan progres yang terus mendekati 80 persen, rehabilitasi Pelabuhan Tahuna kini memasuki fase lanjutan untuk mewujudkan kawasan pelabuhan yang lebih tertata, fungsional dan representatif bagi masyarakat Kepulauan Sangihe.
(Yosua Patras)




