PROSULUT.com, MINAHASA — Warga Perumahan Gria Warembungan Lestari (Lestari 4), Kecamatan Pineleng, menyampaikan protes keras kepada pengelola layanan air bersih setelah aliran air kotor masuk ke rumah-rumah warga pada Minggu (15/11/2025). Peristiwa ini dinilai sebagai bentuk kelalaian serius yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Air kotor dilaporkan mengalir sejak pukul 17.00 hingga 18.00 WITA. Kondisinya baru terlihat jelas setelah beberapa menit karena warga menunggu aliran stabil. Namun yang keluar justru air berwarna keruh dan tidak layak konsumsi.
“Airnya becek, kotor, dan sama sekali tidak bisa dipakai. Semua tampungan kami buang. Ini bukan kesalahan kecil lagi, ini merugikan seluruh warga,” tegas salah satu penghuni Lestari 4.
Warga menilai pengelola seolah tidak memiliki standar kontrol kualitas dan tidak menunjukkan tanggung jawab atas pelayanan yang mereka kelola. Ironisnya, pengelola selalu menuntut pembayaran tepat waktu, bahkan disertai ancaman pemutusan sambungan apabila terlambat.
“Kalau bayar telat, mereka cepat bertindak. Tapi begitu pelayanan bermasalah, mereka diam. Tidak ada penjelasan, tidak ada permintaan maaf,” ujar warga lain dengan nada kesal.
Lebih mengecewakan lagi, seluruh pesan dan laporan warga melalui WhatsApp dibiarkan tanpa respons. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada satu pun penjelasan dari pihak pengelola, meski masalah ini berdampak langsung pada ratusan pengguna.
Warga mendesak pengelola segera memberikan klarifikasi terbuka dan melakukan perbaikan menyeluruh. Mereka menilai pelayanan air bersih bukan sekadar jasa, tetapi kewajiban yang menyangkut kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Kalau pengelola tidak mampu memberi pelayanan yang layak, lebih baik serahkan kepada pihak yang benar-benar profesional,” tutup seorang warga dengan tegas.(jet)




