PROSULUT.com, MANADO – Program revitalisasi pendidikan di Sulawesi Utara menunjukkan capaian signifikan dengan total 248 satuan pendidikan yang telah diperbaiki. Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti saat meresmikan program tersebut dalam kunjungan kerjanya di Manado, Selasa (21/4/2026).
Peresmian yang berlangsung di TK Negeri 10 Manado itu menjadi simbol dimulainya penguatan konsep “Sekolah ASRI” di daerah. Acara dihadiri Gubernur Sulut (YSK), para bupati dan wali kota, serta jajaran pendidikan. Momen haru terasa saat doa dari seorang siswa TK membuka kegiatan.

Dalam sambutannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan pesan dari Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya standar dasar pendidikan. Ia menegaskan, tidak boleh ada sekolah tanpa fasilitas sebagai bagian dari upaya menjamin kenyamanan dan kesehatan peserta didik.
Dari total 248 revitalisasi di Sulawesi Utara, sebanyak 247 merupakan sekolah yang diperbaiki dan satu unit sekolah baru, dengan anggaran mencapai sekitar Rp231 miliar. Kota Manado menyumbang 18 sekolah atau 7,3 persen, sementara Kabupaten Minahasa 19 sekolah atau 7,7 persen dari total provinsi.
Melalui program ini, pemerintah tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan ramah anak. Konsep Sekolah ASRI diharapkan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Utara.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Negeri 10 Manado, Meyti Vanda Paat, S.Psi., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kota Manado, serta Dinas Pendidikan atas dukungan dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Ia menuturkan, sebelum direvitalisasi, kondisi sekolah kerap terdampak saat hujan karena air mudah masuk ke ruang kelas. Namun, setelah dilakukan perbaikan, lingkungan sekolah kini jauh lebih layak dan nyaman, sehingga peserta didik maupun tenaga pendidik dapat beraktivitas dengan lebih tenang dan betah dalam proses belajar mengajar.(jet)




