PROSULUT.com, SANGIHE — Bukan sekadar pertarungan merebut medali, Sangihe Taekwondo Open Championship Bupati Sangihe Cup 2026 menjadi ruang bagi ratusan atlet muda untuk menguji kemampuan sekaligus menempa mental, disiplin dan sportivitas. Sebanyak 402 taekwondoin dari enam kabupaten/kota di Sulawesi Utara ambil bagian dalam kejuaraan yang digelar di GOR Membara, Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna, Jumat (2/10/2026).
Kejuaraan yang mempertemukan 17 dojang tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Johanis E.H. Pilat, S.Sos., M.M., mewakili Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M. Para peserta berasal dari Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kota Manado, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Sekda Johanis Pilat, ditegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak semata-mata diukur dari banyaknya kemenangan atau medali yang diraih. Menurutnya, prestasi harus dibangun bersama karakter, disiplin, integritas, mental bertanding dan sportivitas.
“Juara itu penting, tetapi disiplin dan sportivitas juga merupakan bagian dari prestasi,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting bagi para atlet muda yang berlaga. Mereka tidak hanya dituntut menunjukkan teknik terbaik di arena, tetapi juga mampu menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap sportif. Para atlet juga diminta menghormati wasit dan lawan serta menjaga nama baik dojang dan daerah masing-masing.
Bupati turut memberikan apresiasi kepada para pelatih dan seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam pembinaan atlet. Kepada wasit dan juri, ia meminta agar setiap pertandingan dipimpin secara profesional, objektif dan adil sehingga seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkompetisi dalam suasana fair play.
Berdasarkan laporan panitia yang disampaikan Jeffry V. Taju, S.E., dari total 402 atlet, sebanyak 271 atlet mengikuti kategori pemula, sedangkan 131 atlet berlaga pada kategori prestasi. Kategori prestasi mempertandingkan 44 kelas yang mencakup kelompok kadet, junior dan senior.
Sementara kategori pemula meliputi prakadet A, prakadet B, prakadet C, kadet, junior dan senior. Komposisi tersebut menunjukkan luasnya ruang pembinaan yang tersedia, mulai dari atlet usia dini hingga kelompok yang telah memiliki pengalaman bertanding.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, panitia menurunkan 22 wasit yang terdiri dari sembilan wasit nasional dan 13 wasit daerah. Mereka bertugas memastikan seluruh pertandingan berjalan sesuai regulasi, profesional dan menjunjung tinggi prinsip keadilan.
Tidak hanya memperebutkan gelar juara perorangan, para taekwondoin juga membawa nama dojang dan kontingen masing-masing dalam perebutan Piala Juara Umum I, II dan III beserta hadiah uang tunai. Kejuaraan ini diharapkan menjadi bagian dari proses panjang melahirkan atlet Sulawesi Utara yang bukan hanya kuat secara teknik, tetapi juga tangguh secara mental dan matang dalam karakter.
Hadir dalam pembukaan antara lain Dandenpom Lanal Tahuna Mayor Laut (PM) Ferry Rungkat mewakili Komandan Lanal Tahuna, Pasi Intel Kodim 1301/Sangihe Kapten Inf Muhammad Yusuf mewakili Dandim 1301/Sangihe, Kasat Binmas Polres Kepulauan Sangihe AKP Nouce M. Palandi mewakili Kapolres, serta Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe Heince Kacomba, S.H.
Yosua Patras




