Rehabilitasi Pelabuhan Tahuna Tak Sekadar Bangun Fisik, Pengelolaan Lingkungan Jadi Perhatian Utama

Posted on

PROSULUT.com, TAHUNA – Rehabilitasi Pelabuhan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, tidak hanya berfokus pada percepatan pekerjaan fisik. Aspek perlindungan dan pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian penting yang dikawal sejak tahap persiapan, pelaksanaan konstruksi hingga pelabuhan kembali beroperasi.

Plt. Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas IIB Tahuna, Melfried Palanewen, mengatakan dokumen lingkungan untuk kegiatan rehabilitasi telah tersedia sejak 2024 melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan telah mendapatkan persetujuan dari kementerian yang membidangi lingkungan hidup.

“Dokumen lingkungannya sudah ada. Namun, pengelolaan lingkungan tidak berhenti pada dokumen. Selama pekerjaan berlangsung sampai pelabuhan beroperasi, pengelolaan dan pelaporan tetap menjadi kewajiban,” ujar Melfried saat diwawancarai ProSulut.com di ruang kerjanya.

Menurutnya, pengawasan terhadap lingkungan dilakukan melalui koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup. Sejumlah parameter menjadi perhatian, termasuk kualitas air dan udara di sekitar kawasan pelabuhan.

Untuk memastikan kondisi lingkungan tetap terkendali, pengambilan sampel kualitas air telah dilakukan. Berdasarkan hasil pengujian, kondisi air masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan sesuai ketentuan.

Selain kualitas lingkungan, material hasil pembongkaran dalam proses rehabilitasi juga mendapat perhatian. Melfried menyebut penanganan material tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan teknis dan hasil kajian, termasuk peluang pemanfaatannya sebagai material penahan maupun pemecah gelombang.

“Setiap tahapan pekerjaan harus dikelola dan dilaporkan. Termasuk material hasil pembongkaran, pengambilan sampel, hingga hasil pengujian. Untuk menentukan ambang batas dan membaca hasil pemeriksaan, kami berkoordinasi dengan tenaga ahli dan Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.

Melfried menegaskan, komitmen terhadap lingkungan tidak berhenti setelah pekerjaan konstruksi selesai. Ketika Pelabuhan Tahuna kembali beroperasi, kewajiban pemantauan dan pelaporan lingkungan tetap dilakukan secara berkala kepada kementerian terkait.

“Pelabuhan ini merupakan satu kawasan yang harus dijaga. Jadi yang diperhatikan bukan hanya konstruksinya, tetapi juga lingkungan kerja, lingkungan perairan dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar,” tegasnya.

Dengan demikian, rehabilitasi Pelabuhan Tahuna diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik dan mendukung aktivitas kepelabuhanan, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan lingkungan serta memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Sangihe.

Yosua Patras

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *