Pembangunan Dua Kawasan Ekonomi Khusus di Sulut Bukan Mitos

Posted on

PROSULUT.com, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE dan Wagub Dr. Victor Mailangkay, SH, MH dipastikan memberikan perhatian serius terhadap pembangunan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di daerah yang mereka pimpin.

Walaupun pembangunan KEK Industri Kauditan-Bitung-Kema dan KEK Pariwisata Likupang yang sebelumnya dianggap mitos bagi masyarakat Sulawesi Utara karena tidak mendapat dukungan pemerintah pusat, kini anggapan mampu ditepis berkat perjuangan gigih kedua pimpinan daerah Bumi Nyiur Melambai itu.

Menurut Pengamat Sosial Ventje Pinontoan, hingga saat ini pemerintah pusat belum memberikan dukungan penuh terhadap harapan pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara agar mandiri dan benar-benar memiliki daya saing memasuki perdagangan bebas dunia, khususnya kawasan Asia-Pasifik.

Menurutnya, belum adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat itu berupa regulasi maupun insentif modal untuk membangun dua KEK tersebut.

“Madih banyak tanah bermasalah di kawasan kedua KEK tersebut yang sulit dibebaskan. Lebih parah lagi, ada tanah negara yang sudah habis kontrak masih ditahan oleh salah satu BUMN di kawasan KEK Pariwisata Likupang,” ujarnya.

Begitu juga dengan KEK Industri Kauditan-Bitung-Kema yang pengembangannya terhambat karena kepemilikan tanah yang sudah bertahun-tahun tidak tuntas. “Ini akan mengganggu iklim investasi di kawasan tersebut. Ini harus menjadi perhatian,” tegas Rumambi, Selasa (17/06-2025).

Dosen hukum Universitas Negeri Manado (Unima), Delbert Mongan, SH, MH mengatakan, regulasi harus dipercepat terutama soal pengelolaan KEK, sehingga dapat menarik para pengusaha untuk berinvestasi, baik di bidang pariwisata maupun industri. Dewan komisaris KEK jangan tidur nyenyak. Dinas Perdagangan dan Industri bersama Bappeda harus proaktif. master plan dan peta jalan KEK harus diseriusi, termasuk tata ruang dan alokasi dana harus diperjuangkan,” tegas Mongan.

Ia mengatakan, sudah saatnya Tim Koordinasi Keasistenan Dua Pemprov gerak cepat karena selama ini masih terlihat lamban.

Mongan menilai, KEK industri adalah ruang terbuka untuk membangunan pabrikan besar di Indonesia yang dapat dipastikan mendukung kegiatan ekspor dan impor. Begitu juga dengan KEK pariwisata Likupang.

Menurutnya, akses jalan Bandara Samrat ke Likupang tahun lalu sudah dibebaskan, namun dukungan anggaran dari pemerintah pusat masih kurang. Investor sudah antri tapi dukungan anggaran pusat dulunya dijanjokan hampir tiga triliun rupiah tidak kunjung tiba untuk kedua KEK tersebut.

Persoalan yang masih melilit pembangunan kedua KEK tersebut, mennyrut Ventje Rumambi metupakan tantangan terbesar terhadap YSK- Victory, namun saya yakin keduanya bisa mengatasinya.

“Saya sarankan harus ada Tim Terpadu untuk mengamankan pembangunan kedua KEK ini, termasuk keterlibatan TNI/Polri. Yang paling penting sinergitas dan kolaborasi, baik dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota yang ada. Saya percaya, jika ditangani langsung Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, maka dipastikan tuntas. Kedua KEK itu bukan lagi mitos tapi bakal menjadi penyangga utama perekonomian Sulut di bidang industri dan pariwisata. Gubernur YSK utu dekat dengan Presiden RI Prabowo Subianto,” kata Rumambi optimis.(rls/ist/***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *