BNN Sangihe: Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba Turun, Remaja Tetap Jadi Perhatian

Posted on

PROSULUT.com, SANGIHE – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kepulauan Sangihe mencatat 10 orang penyalahguna narkotika telah menjalani rehabilitasi hingga Agustus 2026. Jumlah ini turun dibandingkan 2025 yang mencapai 20 orang.

Kepala BNNK Kepulauan Sangihe, Meyland Manarat, S.H., mengatakan penurunan tersebut menjadi salah satu indikator dari intensifnya upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

“Untuk kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Kepulauan Sangihe, sampai dengan bulan Agustus 2026 kami telah merehabilitasi 10 orang. Sementara pada 2025 ada 20 orang,” ujar Meyland saat ditemui ProSulut.com di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).

Meski demikian, BNNK Sangihe mengingatkan bahwa turunnya jumlah orang yang menjalani rehabilitasi tidak serta-merta menunjukkan kasus penyalahgunaan narkoba secara keseluruhan ikut menurun.

Upaya pencegahan terus dilakukan melalui sosialisasi di masyarakat dan lingkungan pendidikan. Hal ini juga diperkuat dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.
Menurut Meyland, sejumlah sekolah bahkan meminta BNN menjadi narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) pada Juli 2026.
Edukasi tersebut merupakan bagian dari program BNN Back to School.

“Melalui kegiatan MPLS kemarin pada bulan Juli, ada beberapa sekolah yang mengusulkan permintaan narasumber dari BNN untuk memberikan sosialisasi terkait bahaya narkoba,” jelasnya.

Remaja Jadi Perhatian
BNNK Sangihe juga masih memberi perhatian khusus terhadap penyalahgunaan obat-obatan tertentu di kalangan remaja. Salah satu yang ditemukan adalah penyalahgunaan Trihexyphenidyl (THP) dan obat-obatan lainnya tanpa pengawasan medis.

“Untuk anak-anak remaja, mayoritas kasus yang kami temukan berkaitan dengan Trihexyphenidyl dan obat-obatan lainnya,” ungkap Meyland.
Selain itu, BNNK Sangihe mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap cairan vape yang tidak diketahui kandungannya. BNN masih melakukan penelitian terkait informasi mengenai adanya zat tertentu, termasuk etomidate, yang dikaitkan dengan liquid vape.
Meski menjadi perhatian, Meyland memastikan hingga saat ini BNNK Sangihe belum menemukan kasus penyalahgunaan narkotika yang berkaitan dengan kandungan zat tersebut dalam liquid vape di wilayah Sangihe.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mencoba-coba menggunakan vape yang tidak diketahui kandungannya. Lebih baik mencegah daripada sudah terjadi,” katanya.

Meyland berharap tren penurunan jumlah penyalahguna yang menjalani rehabilitasi dapat terus dipertahankan. Namun, ia menegaskan pencegahan harus dilakukan secara konsisten dengan melibatkan pemerintah, sekolah, keluarga dan masyarakat.

“Khusus bagi generasi muda di Kabupaten Kepulauan Sangihe, harapan kami agar tetap menjauhkan diri dari penyalahgunaan narkoba. Jangan pernah mencoba, karena dampaknya dapat merusak masa depan,” tegasnya.
(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *