Di Tengah Krisis Lahan Pertanian Manado, Dua Kelompok Tani Teling Atas Bersiap Dikukuhkan

Posted on

PROSULUT.com, MANADO — Di tengah terus menyusutnya lahan pertanian di Kota Manado, semangat masyarakat untuk mempertahankan sektor pangan justru tumbuh dari kawasan perkotaan. Dua kelompok tani di Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, kini menjalani proses penilaian untuk mendapatkan pengesahan dan pengukuhan sebagai kelompok tani binaan.

Kedua kelompok tersebut adalah Kelompok Tani Kambar Suka Maju yang beranggotakan 19 orang dan Kelompok Tani Lembah Hijau dengan 13 anggota. Keduanya aktif mengelola lahan pertanian sekaligus mengembangkan berbagai komoditas pangan dan perikanan di tengah kawasan permukiman Kota Manado.

Tahapan penilaian dilakukan secara serius dengan melibatkan unsur pertanian, penyuluh, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Katimker, pemerintah kelurahan serta unsur pembina kelompok tani.

Katimker Noldy Tambajong dalam arahannya menegaskan, proses pengesahan dan pengukuhan kelompok tani tidak dapat dilakukan secara instan. Setiap kelompok harus memenuhi ketentuan dan melewati tahapan penilaian sesuai regulasi yang berlaku.

“Minimal enam bulan setelah dibentuk, aktivitas dan kegiatan kelompok harus dipantau,” tegasnya, seraya mengingatkan agar seluruh proses berjalan sesuai prosedur sehingga tidak menimbulkan kesalahan dalam kebijakan maupun administrasi.

Produktif di Tengah Kota.

Kedua kelompok tani tersebut telah menunjukkan aktivitas produksi. Sejumlah komoditas yang dikembangkan antara lain jagung, singkong, rica, terong, pisang, kangkung dan alpukat, serta budidaya ikan air tawar.

Keberadaan lahan produktif di tengah Kota Manado menjadi nilai strategis tersendiri. Selain membantu mempertahankan lahan pertanian di tengah tekanan pembangunan, lokasi kedua kelompok juga memiliki akses yang relatif dekat dengan pasar.

Kondisi ini dinilai dapat memberikan keuntungan bagi petani karena hasil produksi memiliki peluang untuk dipasarkan langsung kepada masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Kambar Suka Maju, Ezra Pondengen, dan Ketua Kelompok Tani Lembah Hijau, Simin, berharap seluruh proses penilaian hingga pengesahan dapat berjalan lancar.

Mereka juga berharap kedua kelompok dapat terus berkembang menjadi kelompok tani yang mandiri, produktif dan mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian anggota maupun ketersediaan pangan di Kota Manado.

Lahan Pertanian Manado Terus Menyusut.

Persoalan lahan menjadi tantangan besar bagi sektor pertanian Kota Manado. Luas lahan pertanian yang sebelumnya disebut mencapai sekitar 3.000 hektare, kini diperkirakan tersisa sekitar 1.400 hektare.

Penyusutan tersebut terjadi akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan perumahan dan kawasan bisnis.

Karena itu, keberadaan kelompok tani yang mampu mempertahankan lahan produktif di kawasan perkotaan dinilai semakin penting.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kelautan Kota Manado, Janny D. Ohy, S.E., melalui Kepala Bidang Edwin Sumarauw, S.Pt., menegaskan bahwa pembentukan dan pengukuhan kelompok tani harus memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Sedikitnya terdapat 12 persyaratan yang harus dipenuhi di luar persyaratan administrasi. Di antaranya kelompok harus benar-benar aktif, memiliki lahan yang dikelola, memiliki domisili yang jelas serta mengembangkan tanaman pangan yang produktif.

“Tujuannya untuk kesejahteraan kelompok dan mendukung suksesnya pangan nasional,” menjadi salah satu penekanan dalam proses penilaian tersebut.

Berharap Bantuan Bibit, Pupuk dan Peralatan

Dukungan terhadap kedua kelompok juga datang dari Pemerintah Kelurahan Teling Atas.

Sekretaris Kelurahan Maikel Wolai, S.Sos., turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Lingkungan 6, Ismet Tombuku, yang juga merupakan anggota Kelompok Tani Kambar Suka Maju.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia, Yudah, bersama unsur pembina Dewan Pimpinan Wilayah Tani Merdeka Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, termasuk Ronny Lintjewas, S.Pd., M.Si., turut memberikan dukungan terhadap proses pengembangan kedua kelompok tani tersebut.

Harapannya, memasuki musim penghujan pada September hingga Desember 2026, kedua kelompok sudah dapat memperoleh dukungan awal berupa bibit, pupuk dan peralatan pertanian sesuai kebutuhan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat produktivitas kelompok sembari proses penilaian, pengesahan dan pengukuhan terus berjalan.

Kegiatan ditutup dengan panen hasil kebun, yang sekaligus menjadi bukti bahwa aktivitas pertanian kedua kelompok telah berjalan dan menghasilkan.

Di tengah semakin terbatasnya ruang untuk pertanian di Kota Manado, keberadaan Kambar Suka Maju dan Lembah Hijau menjadi contoh bahwa lahan pertanian masih dapat dipertahankan dan dimanfaatkan secara produktif di tengah kota.

Semangat yang diusung pun sederhana namun strategis  “Petani adalah Pahlawan Pangan.” Dengan pembinaan, kepastian kelembagaan dan dukungan sarana produksi, kedua kelompok diharapkan mampu menjadi kelompok tani andalan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan anggotanya, tetapi juga ikut menjaga ketersediaan pangan di Kota Manado dan mendukung ketahanan pangan nasional.(Ranny Lintjewas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *