Jembatan Perintis Garuda Resmi Dibuka, Konektivitas dan Ekonomi Warga Naha-Bakalaeng Makin Terbuka

Posted on

PROSULUT.com, SANGIHE — Harapan masyarakat Kampung Naha dan Kampung Bakalaeng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, untuk memiliki akses penghubung yang lebih baik akhirnya terwujud. Jembatan Perintis Garuda resmi diresmikan pada Kamis (13/8/2026) melalui konferensi video (Vidcon) yang dipusatkan dari Istana Merdeka, Jakarta, dan dipimpin langsung Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Peresmian yang berlangsung di lokasi Jembatan Perintis Garuda dimulai sekitar pukul 11.17 WITA. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dialog virtual Presiden Prabowo bersama masyarakat serta jajaran pemerintah daerah penerima program pembangunan jembatan, fasilitas sumber air, dan sumur bor.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe Johanis Pilat yang mewakili Bupati, jajaran Forkopimda, pemerintah kecamatan dan kampung, TNI-Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta sejumlah pejabat terkait. Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin, S.T., M.I.P., Wakil Ketua I DPRD Sangihe Marvein Hontong, Danpom AL Tahuna Mayor Laut (P) Ferri Rungkat, dan Kasat Samapta Polres Sangihe AKP Nikodemus Mirontineng juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin menilai, keberadaan jembatan ini bukan hanya menghadirkan jalur penghubung antarkampung, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat terhadap aktivitas sosial dan ekonomi. Dengan konektivitas yang lebih baik, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih cepat, mudah, dan efisien.

“Jembatan ini bukan sekadar konstruksi, tetapi menjadi sarana yang menghubungkan aktivitas masyarakat. Akses yang semakin baik akan membantu mobilitas warga sekaligus memperlancar distribusi hasil produksi,” ujar Nazaruddin.

Menurutnya, manfaat paling nyata dari infrastruktur tersebut akan dirasakan masyarakat melalui semakin lancarnya distribusi hasil pertanian dan perkebunan. Kemudahan akses juga berpotensi memperkuat interaksi antarkampung sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.

Nazaruddin mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan melalui sinergi pemerintah bersama TNI dan Polri. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjangkau wilayah yang memiliki tantangan geografis serta keterbatasan infrastruktur dan sarana transportasi.

Program pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada konektivitas. Selain jembatan, sekitar 3.000 titik sumber air atau sumur bor juga dibangun guna membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat dan mendukung kebutuhan air bagi lahan persawahan. Secara keseluruhan, program ini mencakup 3.395 unit jembatan, termasuk Jembatan Merah Putih.

Nazaruddin menegaskan, pembangunan fisik bukanlah akhir dari sebuah program. Keberhasilan infrastruktur justru ditentukan oleh sejauh mana fasilitas tersebut memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat. Karena itu, perawatan dan pemanfaatan jembatan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah kampung dan warga.

Ia pun mengajak masyarakat Naha dan Bakalaeng menjaga Jembatan Perintis Garuda sebagai fasilitas publik yang menjadi milik dan kepentingan bersama. “Jangan melihat jembatan ini hanya sebagai hasil pembangunan pemerintah, tetapi sebagai fasilitas bersama. Karena itu, masyarakat dan pemerintah kampung harus ikut menjaga dan menggunakannya secara bertanggung jawab,” tutup Nazaruddin.(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *