PROSULUT.com, MANADO — Musibah kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu di kompleks Asrama Polisi Wanea meninggalkan duka bagi sejumlah keluarga, termasuk siswa SMA Negeri 1 Manado yang turut terdampak.
Di tengah situasi tersebut, Keluarga Besar SMA Negeri 1 Manado menunjukkan kepedulian dan solidaritas dengan menyalurkan bantuan kepada para siswa yang terdampak.
Bantuan berupa sembako dan uang tunai diserahkan secara langsung sebagai bentuk dukungan sekaligus upaya meringankan beban siswa dan keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
Penyerahan bantuan dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 Manado, Jemmy James Jermias, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah, wali kelas, serta perwakilan siswa.
Kehadiran para guru dan siswa dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata bahwa keluarga besar sekolah tidak hanya hadir dalam suasana suka, tetapi juga berdiri bersama ketika ada anggota keluarga yang mengalami musibah.
Sebelum bantuan diserahkan, kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Guru Agama, Youdi Bororing, S.Th. Doa menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut, sebagai ungkapan kepedulian, penguatan, serta harapan agar para siswa dan keluarga yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan.
Bantuan yang diberikan mungkin tidak dapat menghapus seluruh dampak dari musibah yang terjadi. Namun, melalui kepedulian dan kebersamaan, keluarga besar SMA Negeri 1 Manado ingin menyampaikan pesan bahwa para siswa tidak menghadapi musibah ini seorang diri.
Semangat gotong royong dan kepedulian sosial seperti ini menjadi bagian dari nilai-nilai yang terus dibangun di lingkungan SMA Negeri 1 Manado.
Sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian, persaudaraan, dan kemanusiaan.
Keluarga Besar SMA Negeri 1 Manado berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban para siswa serta keluarga yang terdampak.
Lebih dari sekadar bantuan materi, kehadiran ini menjadi simbol solidaritas dan kasih dari keluarga besar sekolah.
Karena di tengah musibah, kepedulian adalah kekuatan. Dan dalam kebersamaan, selalu ada harapan untuk bangkit.(jet)




