Deyril-Nadila Jadi Ungke-Momo Sangihe 2026, Dandim: Jadilah Duta yang Aktif Promosikan Potensi Daerah

Posted on

PROSULUT.com, TAHUNA — Pasangan Deyril E.R.L. Tatoya dan Nadila Putri Tampilan resmi terpilih sebagai Ungke dan Momo Sangihe 2026 dalam Grand Final Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe yang berlangsung meriah di Auditorium J.E. Tatengkeng Politeknik Negeri Nusa Utara (Polnustar), Kelurahan Sawang Bendar, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Jumat (21/8/2026) malam.

Deyril, finalis nomor urut 19 dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), berhasil menyandang gelar Ungke Sangihe 2026. Sementara Nadila, finalis nomor urut 10 dari Dharma Wanita Dinas Pariwisata Daerah, terpilih sebagai Momo Sangihe 2026.

Keduanya berhasil menyisihkan 19 finalis lainnya melalui rangkaian tahapan penilaian yang menguji kemampuan, wawasan, kepribadian, kreativitas, serta pengetahuan tentang pariwisata dan kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Setelah melalui tahap penyaringan hingga lima besar, para finalis kembali diuji melalui sesi pertanyaan dari tim juri. Tahapan tersebut kemudian mengerucutkan persaingan menjadi tiga besar sebelum akhirnya ditentukan Ungke dan Momo Sangihe 2026 melalui sesi pertanyaan akhir.

Grand Final yang dimulai sekitar pukul 20.30 WITA itu turut dihadiri Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., Wakil Bupati Tendris Bulahari, Danlanal Tahuna Kolonel Laut (P) Hadi Subandi, M.Tr.Hanla., CRMP., Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin, S.T., M.I.P., Ketua Pengadilan Negeri Tahuna Sigit Try Atmojo, S.H., M.H., Ketua DPRD Kepulauan Sangihe Denny Roy Tampi, S.E., Pj. Sekda Johanes E.H. Pilat, S.Sos., M.M., Direktur Polnustar Ferdinand Gansalangi, S.KM., M.E., M.Kes., unsur Forkopimda, jajaran OPD, tim juri, finalis dan tamu undangan.

Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin mengatakan, Pemilihan Ungke dan Momo Sangihe memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi. Menurutnya, ajang tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengasah kepercayaan diri, memperluas wawasan, mengembangkan kreativitas dan menumbuhkan kepedulian terhadap daerah.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan ruang kepada generasi muda Sangihe untuk menunjukkan kemampuan, wawasan dan kreativitasnya. Mereka bukan hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga bagaimana memiliki pengetahuan serta mampu membawa nama baik daerah,” ujar Nazaruddin.

Ia menilai, gelar Ungke dan Momo membawa tanggung jawab besar karena keduanya akan menjadi representasi generasi muda sekaligus duta wisata dan kebudayaan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Nazaruddin menegaskan, tugas tersebut bukan hanya memperkenalkan destinasi wisata, tetapi juga mengangkat kekayaan budaya, adat istiadat, sejarah serta berbagai potensi unggulan yang dimiliki Sangihe.

“Mereka memiliki peran untuk memperkenalkan Sangihe, bukan hanya dari sisi destinasi wisatanya, tetapi juga budaya, adat istiadat, sejarah dan berbagai potensi yang dimiliki daerah. Karena itu, saya berharap mereka dapat menjadi contoh yang baik bagi generasi muda lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Dandim mendorong adanya sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, generasi muda dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan pariwisata dan kebudayaan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menurutnya, potensi daerah yang besar membutuhkan promosi dan pengelolaan secara bersama agar semakin dikenal, baik di tingkat regional maupun lebih luas.

“Kita harus bersama-sama mendukung generasi muda agar semakin percaya diri dan memiliki wawasan yang luas. Pariwisata dan kebudayaan tidak bisa dikembangkan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar potensi Sangihe dapat dikenal lebih luas,” ungkapnya.

Nazaruddin juga berpesan

agar Deyril dan Nadila tidak menjadikan malam Grand Final sebagai akhir dari perjalanan mereka. Sebaliknya, gelar yang diraih harus menjadi awal dari tanggung jawab baru untuk memberikan kontribusi nyata bagi daerah.

“Setelah ini tanggung jawabnya semakin besar. Mereka harus mampu menjadi duta yang aktif mempromosikan potensi Sangihe, menjaga budaya daerah dan menginspirasi anak-anak muda lainnya untuk terus berkarya,” tegasnya.

Terpilihnya Deyril dan Nadila diharapkan dapat menjadi momentum bagi semakin kuatnya peran generasi muda dalam mempromosikan Sangihe. Dengan wawasan, kreativitas dan kepedulian terhadap daerah, keduanya diharapkan mampu membawa nama Kabupaten Kepulauan Sangihe serta memperkenalkan kekayaan wisata dan budaya daerah kepada masyarakat luas.

(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *