PROSULUT.com, MANADO — Kepala SMP Negeri 17 Manado, Ford Paul Kawatu, S.Pd., langsung menyiapkan sejumlah program pembenahan setelah dipercaya memimpin sekolah tersebut.
Fokus utama yang akan dilakukan meliputi pemenuhan tenaga pendidik, peningkatan kedisiplinan, serta penguatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Kawatu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (1/9/2026). Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum tersedianya guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Negeri 17 Manado.
Padahal, kata Kawatu, sekitar 20 persen dari peserta didik di sekolah tersebut beragama Islam.
“Untuk saat ini memang guru agama Islam tidak ada, sementara murid yang beragama Islam ada sekitar 20 persen,” jelasnya.
Menurut Kawatu, pemenuhan tenaga pendidik menjadi salah satu hal penting yang perlu mendapat perhatian agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal dan kebutuhan seluruh peserta didik dapat terlayani.
Selain tenaga pendidik, pihak sekolah juga akan memperkuat kedisiplinan. Program tersebut tidak hanya ditujukan kepada peserta didik, tetapi juga kepada tenaga pendidik dan kependidikan (tendik).
Kedisiplinan dinilai penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang tertib, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.
Di sisi lain, peningkatan literasi dan numerasi menjadi salah satu program unggulan SMP Negeri 17 Manado. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dasar peserta didik sekaligus mendukung pencapaian target pendidikan di sekolah.
Kawatu menegaskan, seluruh program yang disiapkan tersebut merupakan bagian dari upaya SMP Negeri 17 Manado untuk mendukung program Pemerintah Kota Manado, khususnya Dinas Pendidikan.
“Ini semua yang kami programkan guna menopang program Pemerintah Kota Manado, terlebih Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Untuk merealisasikan berbagai program tersebut, Kawatu berharap adanya kerja sama yang baik antara tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, serta orang tua siswa.
Menurutnya, dukungan orang tua menjadi bagian penting dalam keberhasilan program sekolah, terutama dalam membangun kedisiplinan dan meningkatkan kualitas belajar peserta didik.
Kawatu sebelumnya bertugas sebagai Wakil kepala SMP Negeri 11 Manado. Ia kemudian diangkat sebagai Kepala SMP Negeri 17 Manado oleh Pemerintah Kota Manado pada 20 Agustus 2026.
Dari sisi kompetensi, Kawatu juga telah memiliki sertifikat BCKS yang diperolehnya pada tahun 2025. Dengan pengalaman dan kompetensi tersebut, ia berkomitmen membawa SMP Negeri 17 Manado melakukan pembenahan dan peningkatan mutu pendidikan secara bertahap.




