PROSULUT.com, MANADO — Upaya membangun karakter anak yang berani menolak perundungan, kekerasan, dan intoleransi dilakukan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Sulawesi Utara Densus 88 Antiteror Polri melalui kegiatan sosialisasi di SD Negeri 24.
Kegiatan yang berlangsung di ruang aula SD Negeri 24 tersebut menghadirkan Brigadir Andre K. Mawikere, S.H., M.H., dan Brigadir Regina sebagai pemateri.
Para siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mencegah bullying atau perundungan, menghindari kekerasan, serta menumbuhkan sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Materi disampaikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan usia anak sehingga mudah dipahami. Siswa diajak mengenali perilaku yang dapat menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal, sekaligus memahami pentingnya menghormati dan menghargai sesama.
Sosialisasi tersebut menjadi langkah penting dalam memberikan pemahaman sejak dini. Lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang aman bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan membangun hubungan sosial yang sehat.
Kepala SD Negeri 24, Dortje L. Doodoh, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi tentang bullying, kekerasan, dan intoleransi sangat penting diberikan kepada anak-anak sejak usia dini.
“Penerapan ini memang sangat baik,” ujar Doodoh saat ditemui dalam kegiatan yang berlangsung di aula SD Negeri 24.
Menurutnya, pembekalan sejak dini dapat membantu siswa memahami batasan perilaku yang baik serta membangun kebiasaan untuk saling menghormati.
Hal tersebut juga dinilai dapat mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih aman dan kondusif.
Melalui sosialisasi ini, Densus 88 Satgaswil Sulut dan pihak sekolah berharap pesan tentang anti-bullying, anti-kekerasan, dan toleransi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi sejak dini tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membentuk generasi yang memiliki karakter positif, menghargai perbedaan, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, damai, dan bebas dari kekerasan.




