Sekolah Role Model di Sulut, SMKN 1 Manado Hadapi Tantangan Kekurangan Guru

Posted on

PROSULUT.com, MANADO — Di tengah statusnya sebagai salah satu sekolah role model pendidikan vokasi di Sulawesi Utara, SMKN 1 Manado kini menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan tenaga pendidik. Sejumlah guru telah memasuki masa purna bakti, sementara beberapa lainnya akan pensiun tahun ini.

Kondisi tersebut diungkapkan Kepala SMKN 1 Manado, Telly Tikoalu, M.Si, di sela-sela kegiatan Teaching Factory (TEFA), Jumat (11/9/2026).

Menurut Telly, regenerasi tenaga pendidik menjadi kebutuhan penting bagi sekolah.
Kekurangan guru tidak hanya menyangkut jumlah tenaga pengajar, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan proses pembelajaran dan kualitas pendidikan yang diterima peserta didik.

“SMKN 1 adalah sekolah role model di Sulawesi Utara. Tentu ini adalah tantangan. Kami berharap ke depan kekosongan ini akan terisi oleh guru yang memang sudah teruji dan dapat memberi dampak positif yang nantinya akan bermuara pada peserta didik,” ujar Telly.

Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga pendidik muncul karena adanya sejumlah guru yang telah memasuki masa purna bakti. Bahkan, pada tahun ini beberapa guru kembali akan memasuki masa pensiun.

Situasi tersebut menjadi perhatian pihak sekolah mengingat SMKN 1 Manado memiliki tanggung jawab besar dalam mempertahankan kualitas pendidikan vokasi sekaligus menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan dunia kerja.
Saat ini, kekurangan tenaga pendidik terjadi pada sejumlah mata pelajaran dan bidang keahlian. Untuk Matematika, sekolah membutuhkan dua guru; IPA satu guru; Bahasa Indonesia dua guru; Olahraga dua guru; Bahasa Inggris dua guru; serta Perkantoran dua guru.

Selain itu, kebutuhan tenaga pendidik juga terdapat pada bidang Perhotelan, PPKn, dan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Telly berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan tenaga pendidik tersebut. Menurutnya, pemenuhan guru yang sesuai kompetensi akan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran di sekolah.

“Kami berharap kekosongan ini bisa segera terisi oleh tenaga pendidik yang kompeten dan sudah teruji, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi peserta didik,” katanya.

Bagi SMKN 1 Manado, pemenuhan tenaga pendidik bukan sekadar persoalan menambah jumlah guru. Lebih dari itu, ketersediaan guru yang kompeten menjadi salah satu kunci untuk menjaga kualitas pembelajaran dan mempertahankan SMKN 1 Manado sebagai sekolah role model pendidikan vokasi di Sulawesi Utara.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *