PROSULUT.com, MANADO — Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah (GEMA MAKASE) mendapat dukungan nyata dari SD Negeri 09 Manado. Sekolah ini akan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah kelurahan, kepala lingkungan dan orang tua untuk mendata sekaligus merangkul anak usia sekolah yang tidak lagi mengikuti pendidikan.
Kepala SDN 09 Manado, Deicie M. Ch. Kondoy, S.Pd, mengatakan upaya mengembalikan anak ke bangku sekolah tidak dapat dilakukan oleh sekolah seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan semua pihak, terutama kelurahan, kepala lingkungan dan keluarga, agar keberadaan serta persoalan setiap anak dapat diketahui secara langsung.
Hal tersebut disampaikan Kondoy saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, pemerintah kelurahan dan kepala lingkungan memiliki peran penting dalam membantu sekolah melakukan pendataan di tengah masyarakat, sementara orang tua menjadi bagian utama dalam mendorong anak kembali mendapatkan hak pendidikannya.
“Ini harus ada kolaborasi. Jika tidak, anak yang berstatus pelajar akan terabaikan,” tegas Kondoy.
Ia menjelaskan, tidak bersekolahnya seorang anak dapat dipengaruhi berbagai persoalan, termasuk kondisi keluarga seperti broken home maupun keterbatasan ekonomi yang dihadapi keluarga. Karena itu, pendataan menjadi langkah awal untuk mengetahui persoalan sekaligus menentukan bentuk pendampingan yang tepat.
Kondoy menegaskan SDN 09 Manado siap membuka ruang bagi anak-anak yang membutuhkan pendampingan untuk kembali memperoleh pendidikan. “Kami siap menampung untuk dibina,” ujarnya.
Melalui kolaborasi sekolah, kelurahan, kepala lingkungan dan orang tua, SDN 09 Manado berkomitmen menjadikan GEMA MAKASE bukan sekadar gerakan, tetapi aksi nyata untuk memastikan anak-anak usia sekolah tidak terabaikan dan kembali mendapatkan kesempatan belajar demi masa depan mereka.(jet)




