Ada Cinta dan Kebersamaan, SD Negeri 36 Manado Raih Adiwiyata Nasional

Posted on

PROSULUT.com, MANADO – Di sudut Kota Manado, ada sebuah sekolah yang setiap paginya disambut dengan sapaan hangat anak-anak dan aroma tanah basah dari taman kecil di halamannya. SD Negeri 36 Manado bukan hanya tempat belajar, ia adalah rumah bagi ratusan jiwa yang percaya bahwa lingkungan yang baik dapat melahirkan generasi yang baik pula.

Perjalanan mereka meraih penghargaan Adiwiyata Nasional adalah kisah tentang orang-orang yang saling menggenggam tangan, bekerja diam-diam, dan berbagi harapan. Bukan hanya guru dan kepala sekolah, tetapi juga orang tua yang rela meluangkan waktu, komite sekolah yang selalu hadir memberi dukungan, dan anak-anak yang dengan polosnya merawat tanaman seakan itu teman bermain mereka.

Kepala Satuan Pendidikan, SD Negeri 36 Manado, Martha Torar, S.Pd, menyimpan banyak cerita kecil yang jarang terlihat namun sangat berarti.

“Setiap pagi, saya melihat anak-anak menyiram tanaman sambil tertawa. Ada yang memungut daun kering, ada yang mengingatkan temannya untuk tidak menginjak rumput. Hal-hal kecil seperti itu membuat saya merasa bahwa kami sedang membangun sesuatu yang lebih besar dari sekadar taman kami sedang membangun karakter,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia bercerita tentang guru-guru yang tidak sekadar mengajar, tetapi merawat. Tentang orang tua yang datang meski sekedar membantu. Tentang para siswa yang memberikan nama pada setiap pohon di halaman sekolah, seolah mereka adalah sahabat yang harus dijaga.

“Yang membuat kami bangga bukan trofi atau penghargaan itu sendiri,” lanjut Martha, “tetapi perubahan yang kami lihat pada anak-anak. Mereka mulai menyayangi lingkungan, bukan karena tugas, tetapi karena kesadaran.”

Perjuangan SD Negeri 36 Manado dari tingkat kota, naik ke tingkat provinsi, hingga akhirnya tiba di tingkat nasional adalah perjalanan panjang yang penuh peluh, tawa, dan keyakinan. Semua usaha itu kini terbayar ketika nama sekolah mereka tercatat sebagai salah satu sekolah dengan budaya lingkungan terbaik di Indonesia.

Namun, yang paling membahagiakan bukanlah tepuk tangan atau piagam penghargaan. Yang paling membahagiakan adalah ketika anak-anak pulang ke rumah dan mulai mengajak keluarga mereka memilah sampah. Ketika mereka berhenti menginjak tanaman. Ketika mereka mulai memahami bahwa bumi ini butuh dijaga.

“Cita-cita kami sederhana,” kata Martha, “Kami ingin anak-anak tumbuh menjadi manusia yang peduli karena kepedulian adalah akar dari segala kebaikan.”

Hari itu, udara di SD Negeri 36 Manado terasa lebih hangat. Bukan hanya karena sinar matahari, tapi karena rasa bangga yang dibagi bersama. Sebab di sekolah ini, keberhasilan bukan milik satu orang, tetapi milik keluarga besar yang percaya bahwa perubahan dimulai dari hati.

Dengan melangkah ke Adiwiyata Nasional, SD Negeri 36 Manado membawa harapan baru untuk anak-anak yang lebih sejahtera, masyarakat yang lebih makmur, dan Kota Manado yang semakin hijau, bersih, dan penuh kebaikan.

Pewarta- Jeffry Tulandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *