Antisipasi Karhutla, Kodim 1301/Sangihe Kerahkan Kekuatan Lintas Instansi dan Uji Respons Cepat

Posted on

PROSULUT.com, SANGIHE — Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kodim 1301/Sangihe menggelar Apel Gelar Pasukan Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Gelora Santiago Tahuna, Kelurahan Tona II, Kecamatan Tahuna Timur, Rabu (2/9/2026), dengan melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah dan sejumlah instansi terkait untuk memastikan kesiapan personel, peralatan serta pola koordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran secara cepat dan terpadu.

Apel yang dimulai sekitar pukul 08.25 WITA itu dipimpin Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin, ST., M.I.P., sementara Komandan Apel dipercayakan kepada Danramil 05/Tahuna Lettu Inf Dedi Dermawan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk menghadapi potensi Karhutla yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat hingga aktivitas sosial dan ekonomi. Kesiapsiagaan sejak dini dinilai penting agar setiap potensi kebakaran dapat segera dideteksi dan ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.

Di hadapan peserta apel, Nazaruddin menegaskan bahwa kesiapsiagaan Karhutla tidak boleh hanya dibangun setelah bencana terjadi. Seluruh unsur harus memastikan personel, peralatan, prosedur, komunikasi serta mekanisme koordinasi berada dalam kondisi siap digunakan.

“Kita ingin memastikan seluruh personel dan peralatan benar-benar dalam kondisi siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak sebelum terjadi kebakaran, bukan setelah kejadian,” tegas Nazaruddin.

Menurutnya, Karhutla merupakan persoalan yang membutuhkan penanganan bersama. Tidak ada satu institusi yang dapat bekerja sendiri, sehingga koordinasi lintas sektor harus dibangun sejak tahap pencegahan hingga penanganan di lapangan.

“Koordinasi dan komunikasi harus dilakukan secara terpadu. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Setiap unsur harus memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga ketika terjadi Karhutla, tindakan di lapangan dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terukur,” ujarnya.

Nazaruddin juga mengingatkan bahwa upaya penanggulangan tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman. Pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat harus menjadi bagian utama dalam menekan potensi terjadinya Karhutla.

“Kita tidak hanya fokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi. Pencegahan harus menjadi prioritas, salah satunya melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan,” katanya.

Ia mengatakan, respons cepat menjadi sangat penting ketika api mulai muncul. Tindakan awal yang dilakukan secara tepat dapat mencegah kebakaran berkembang dan meluas. Namun, kecepatan tersebut harus tetap mengedepankan prosedur pengamanan dan keselamatan.

“Kecepatan dalam mengambil tindakan awal sangat penting. Tetapi kecepatan itu harus tetap diikuti dengan ketepatan, pengendalian dan memperhatikan keselamatan anggota serta masyarakat,” jelasnya.

Simulasi Uji Kesiapan di Lapangan

Tidak berhenti pada apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan Karhutla. Simulasi ini menjadi bagian dari uji kesiapan untuk melihat kemampuan masing-masing unsur dalam menjalankan prosedur penanganan kebakaran, mulai dari komunikasi, penyampaian informasi, koordinasi, komando dan pengendalian hingga penggunaan peralatan.

Bagi Nazaruddin, simulasi menjadi kesempatan untuk menemukan berbagai kekurangan sebelum menghadapi kondisi sebenarnya.

“Simulasi ini menjadi sarana evaluasi bersama. Kita bisa melihat apa yang sudah siap dan bagian mana yang masih perlu diperbaiki, sehingga ketika menghadapi kejadian sebenarnya, seluruh unsur sudah mengetahui apa yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Ia memastikan Kodim 1301/Sangihe siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh instansi terkait dalam memperkuat pencegahan serta penanggulangan Karhutla di wilayah Kepulauan Sangihe.

“Intinya adalah sinergitas. TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait harus bergerak bersama. Dengan koordinasi yang baik, kesiapan personel dan peralatan yang memadai, kita dapat meminimalkan dampak apabila terjadi Karhutla,” ujar Nazaruddin.

Apel Gelar Pasukan berakhir sekitar pukul 08.45 WITA dan kemudian dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan Karhutla hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai sekitar pukul 09.20 WITA dalam keadaan tertib, aman dan lancar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari, Kepala Pengadilan Tahuna Sigit Triatmojo, SH., MH., Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe Denny Roy Tampi, Pasop Lanal Tahuna Mayor Laut (P) Begol Rudy, Kabag Ren Polres Sangihe AKP Juknais K., Kasubbag Pembinaan Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe Heince Y.I. Israel, SH., Pj. Sekda Kabupaten Kepulauan Sangihe Johanes E.H. Pilat, S.Sos., Kepala Pelaksana BPBD Wandu Ch. Labesi, S.Sos., Kepala Kesbangpol Godfried Pella, SP., ME., Kepala Unit Basarnas Tahuna Maryoto, Kadishub Dekky Surudani, serta sejumlah pejabat TNI dan instansi terkait. (Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *