Awali Tahun Ajaran Baru, Pemerintah Luncurkan Gernas RANA untuk Wujudkan Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan

Posted on

PROSULUT.com, MALANG – Pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman Anak (Gernas RANA) di Satuan Pendidikan sebagai upaya memperkuat perlindungan anak di lingkungan sekolah. Peluncuran yang bertepatan dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027 dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, Senin (13/7/2026), menjadi penegasan komitmen menghadirkan satuan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, mengatakan perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama karena dampak kekerasan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang. Menurutnya, ruang aman dan nyaman perlu diwujudkan di empat lingkungan utama, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital. Ia juga mengajak anak-anak untuk berani melapor kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun menyaksikan tindak kekerasan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan Gernas RANA sejalan dengan komitmen Kemendikdasmen dalam membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026. Implementasinya telah dimulai sejak hari pertama masuk sekolah melalui pelaksanaan MPLS Ramah, yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penghormatan, keamanan, dan perlindungan bagi peserta didik.

Senada, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menekankan bahwa perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan dan perundungan. Sementara itu, Dirjen PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal, Gogot Suharwoto, menyebut Gernas RANA diperkuat melalui kebijakan MPLS Ramah, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, serta pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan.

Semangat Gernas RANA juga mulai dirasakan di berbagai daerah. Sejumlah peserta didik mengaku memperoleh pengalaman positif selama mengikuti MPLS Ramah yang tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan edukasi mengenai karakter, keamanan, dan kenyamanan di sekolah. Melalui gerakan ini, pemerintah berharap seluruh satuan pendidikan di Indonesia menjadi ruang yang benar-benar aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kontributor: Stephanie; Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Editor: PROSulut.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *