PROSULUT.com, SANGIHE – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bergerak cepat menangani dampak cuaca ekstrem yang memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah sejak Kamis (24/7/2026). Kecamatan Tamako menjadi daerah yang mengalami dampak paling parah, dengan kerusakan rumah warga serta terganggunya akses transportasi akibat material longsor.
Sebagai langkah awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe menurunkan dua tim ke lapangan untuk melakukan pendataan dan verifikasi dampak bencana di Kecamatan Tamako dan Tabukan Selatan. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar penetapan prioritas penanganan dan penyaluran bantuan kepada warga terdampak.
Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Wandu C.C. Labesi, mengatakan hujan berintensitas sedang hingga lebat sejak dini hari menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah kampung. Saat ini pemerintah masih mendata jumlah keluarga terdampak, rumah yang rusak, serta infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Menurut Labesi, pemerintah daerah telah menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak. Bantuan tersebut akan segera disalurkan setelah proses pendataan selesai dan Bupati Kepulauan Sangihe kembali dari tugas luar daerah.
Selain merendam permukiman warga, longsor juga menutup ruas jalan nasional Bentung–Lesabe sehingga menghambat mobilitas masyarakat. Penanganan dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan dengan mengerahkan alat berat, sementara BPBD terus berkoordinasi untuk mempercepat pembukaan akses.
Ia menambahkan, percepatan pembukaan jalan menjadi prioritas karena wilayah Lesabe sedang menggelar rangkaian perayaan hari ulang tahun jemaat yang membutuhkan kelancaran akses transportasi.
BPBD juga mengoptimalkan koordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan darurat, termasuk verifikasi kerusakan rumah warga.
Labesi mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan selama potensi cuaca ekstrem masih berlangsung.
Warga yang tinggal di bantaran sungai diminta segera mengungsi apabila debit air terus meningkat, sementara masyarakat di kawasan lereng dan perbukitan diminta mewaspadai tanda-tanda longsor.
“Pemerintah mengutamakan keselamatan masyarakat. Kami berharap warga tetap waspada dan segera menghindari lokasi yang berpotensi membahayakan agar tidak terjadi korban jiwa akibat cuaca ekstrem,” tutup Labesi.
(Yosua Patras)




