PROSULUT.com, TAHUNA – Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, S.E., secara resmi membuka kegiatan Clean Up The World dan Service Campaign 2026 di kawasan Boulevard Apengsembeka, Kecamatan Tahuna, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe dan PT Suzuki Marine Manado ini digelar untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan pesisir sekaligus mendukung produktivitas nelayan melalui layanan servis gratis mesin tempel.
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Sangihe, jajaran pemerintah daerah, guru, serta pelajar dari SD Negeri 1 Tahuna, SD Negeri 2 Tahuna, SMP Negeri 1 Tahuna, dan SMP Negeri 5 Tahuna. Selain aksi bersih pantai, peserta juga mendapat edukasi mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut sebagai penopang kehidupan masyarakat pesisir.
Dalam sambutannya, Michael Thungari menegaskan bahwa laut merupakan identitas sekaligus sumber penghidupan utama masyarakat Kepulauan Sangihe. Karena itu, menjaga kebersihan pantai dan kelestarian laut harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, sekolah, hingga masyarakat.
“Laut adalah halaman depan rumah kita. Jika laut tetap bersih dan lestari, sektor perikanan, pariwisata bahari, dan perekonomian masyarakat akan terus berkembang. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Michael.
Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat melalui layanan servis gratis mesin tempel bagi nelayan.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi, dan produktivitas nelayan saat melaut.
Bupati juga mengajak seluruh peserta mendoakan masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Menurutnya, rentetan bencana yang melanda Sangihe sepanjang 2026, mulai dari gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7, peningkatan aktivitas Gunung Awu hingga berstatus Siaga, hingga banjir dan longsor, menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana.
Michael mengajak masyarakat membangun budaya peduli lingkungan melalui langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan sungai dan pantai, serta menanam pohon.
Ia berharap para pelajar yang terlibat dalam aksi bersih pantai dapat menjadi generasi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
Mengakhiri sambutannya, Michael menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan generasi muda merupakan kunci mewujudkan Kepulauan Sangihe yang bersih, tangguh, dan berkelanjutan. Ia optimistis semangat gotong royong akan memperkuat pembangunan daerah sekaligus menjaga laut sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
(Yosua Patras)




