Dalam Tatanan Kasih Tuhan, Jemaat GMIM G-WALE Datang dan Pulang dengan Sukacita

Posted on

PROSULUT.com, WAREMBUNGAN —
Selepas enam hari menjalani kehidupan dalam berbagai kesibukan, Jemaat GMIM G-WALE Warembungan Minahasa kembali berkumpul di rumah Tuhan, Minggu 8 Februari 2026.

Dengan kerendahan hati, jemaat datang membawa doa, pengakuan, dan harapan, menyadari bahwa sebagai manusia, setiap pribadi senantiasa membutuhkan pengampunan dan kasih karunia Allah.

Pagi itu, sinar mentari menyambut langkah jemaat yang hadir satu demi satu. Suasana gereja dipenuhi senyum, sapaan hangat, dan rasa kekeluargaan yang tulus.

Para pelayan ibadah dengan setia mempersiapkan setiap bagian, menghadirkan ibadah yang tertib dan penuh makna.

Tiga kali dentang lonceng gereja bergema, menandakan ibadah akan dimulai. Majelis jemaat memasuki ruang ibadah dengan khidmat, mendampingi pendeta.

Ibadah Minggu dipimpin oleh Ketua BPMJ GMIM El-Jireh Sea, Pdt. Herlina Kapoh, S.Th, yang menuntun jemaat masuk dalam persekutuan yang kudus dengan Tuhan.

Firman Tuhan dibacakan dari Bilangan 1:1–54, dengan perikop “Laskar Israel Dihitung.” Melalui firman ini, jemaat diajak memahami bahwa Allah adalah Allah yang menata kehidupan umat-Nya dengan penuh kasih dan ketelitian.

Perintah Tuhan kepada bangsa Israel untuk menghitung umat-Nya bukan sekadar soal jumlah, melainkan penegasan bahwa hidup umat berada dalam perhatian dan rancangan Allah yang sempurna.

Firman Tuhan diilustrasikan seperti sebuah tim sepak bola, di mana setiap pemain memiliki posisi dan peran yang ditentukan oleh pelatih. Demikian pula kehidupan orang percaya, dipanggil untuk hidup tertata, saling melengkapi, dan berjalan sesuai kehendak Tuhan.

Ketaatan umat lahir dari pengakuan bahwa Allah adalah pemilik otoritas atas hidup ini.

Iman sejati, sebagaimana ditekankan dalam pemberitaan firman, berakar pada ketulusan hati. Tanpa perlindungan Allah, segala jerih lelah manusia menjadi sia-sia.

Setiap umat sungguh berharga di hadapan Tuhan; tidak seorang pun terlewat dari perhatian-Nya. Umat adalah biji mata Tuhan yang dijaga dan dilindungi dalam kasih setia-Nya.

Ibadah ditutup dengan penerimaan berkat Tuhan yang mengalirkan damai dan sukacita.

Dengan hati yang diteguhkan, jemaat pun kembali ke rumah masing-masing untuk melanjutkan kebaktian P/KB dan WKI, membawa firman Tuhan sebagai terang dalam kehidupan sehari-hari.(Jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *