PROSULUT.com, SANGIHE — Perbedaan pilihan dalam Pemilihan Kapitalaung 2026 di Kabupaten Kepulauan Sangihe jangan sampai menjadi alasan untuk memutus tali persaudaraan. Pesan tersebut disampaikan Calon Kapitalaung Petta Barat Nomor Urut 2, Sitti Sjarah Gabriel, S.Pd., saat mengikuti Deklarasi Kampanye Pemilihan Kapitalaung Damai 2026 yang digelar di Aula Rumah Dinas Bupati Kepulauan Sangihe, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti para calon Kapitalaung se-Kabupaten Kepulauan Sangihe sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjaga tahapan pemilihan tetap aman, tertib, demokratis dan bermartabat. Deklarasi mengusung tema “Beda Pilihan Tetap Bersaudara, Mari Bersama Membangun Desa, Damai Dalam Pemilihan Bersatu Dalam Pembangunan.”
Bagi Sitti, kontestasi pemilihan Kapitalaung bukan hanya tentang persaingan untuk memperoleh dukungan masyarakat. Lebih dari itu, setiap calon memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga suasana desa tetap kondusif serta memastikan perbedaan pilihan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.
“Perbedaan pilihan adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Yang paling penting, kita tetap menjaga persaudaraan, keamanan, dan kebersamaan. Siapa pun yang mendapat kepercayaan masyarakat nantinya, pembangunan desa harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar Sitti saat diwawancarai ProSulut.com usai kegiatan.
Ia menegaskan, seluruh tahapan pemilihan seharusnya menjadi ruang bagi para calon untuk menyampaikan gagasan, program dan komitmen yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan menjadi ajang untuk mempertajam perbedaan.
Sitti juga berharap Pemilihan Kapitalaung 2026, khususnya di Petta Barat dan seluruh wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, dapat berjalan secara demokratis, aman serta tetap menjunjung tinggi persatuan dan kekeluargaan.
“Harapan saya, masyarakat tetap bersatu dan menjadikan pemilihan ini sebagai awal untuk membangun desa secara bersama-sama. Perbedaan pilihan jangan sampai menghilangkan rasa kekeluargaan. Mari kita jaga kedamaian dan menentukan pilihan dengan hati nurani demi kemajuan Petta Barat,” ungkapnya.
Menurutnya, setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, masyarakat akan kembali menjalani kehidupan bersama sebagai satu komunitas desa. Karena itu, persaudaraan dan persatuan dinilai perlu ditempatkan di atas perbedaan pilihan politik dalam menentukan pemimpin desa.
(Yosua Patras)




