Berkat kerja sama pemerintah, kelurahan dan kepala Lingkungan, tiga anak kembali bersekolah meski hari ini satu anak tidak sempat hadir. foto-jet.

GEMA MAKASE Bongkar Realita di Lapangan: Tiga Anak Tak Aktif Sekolah, Satu Cari Nafkah di Pasar

Posted on

PROSULUT.com, MANADO – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli di Pasar Bersehati Manado, seorang anak usia sekolah justru ditemukan sedang berjualan untuk membantu orang tuanya. Kisah ini menjadi salah satu temuan dalam pelaksanaan Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah (GEMA MAKASE) yang dilakukan SD Negeri 19 Manado bersama pemerintah kelurahan dan ketua lingkungan.

Tak hanya satu, penelusuran yang dilakukan sekolah menemukan tiga anak usia sekolah yang sebelumnya tidak aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Dua anak ditemukan sedang bermain bersama rekan-rekan sekampung, sementara satu lainnya ditemukan berjualan di Pasar Bersehati.

Kepala SD Negeri 19 Manado, Sarlota Ansar, mengatakan temuan tersebut merupakan hasil gerak cepat sekolah setelah GEMA MAKASE dicanangkan Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah kemudian berkolaborasi dengan pemerintah kelurahan dan ketua lingkungan untuk mencari anak-anak yang tidak aktif bersekolah.

Hal itu disampaikan Sarlota saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Rabu (7/10/2026). Menurutnya, persoalan ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan anak-anak tersebut tidak rutin masuk sekolah.

“Mereka memang tergolong miskin. Oleh sebab itu, ada anak yang menjadi korban tidak sekolah karena membantu orang tua,” ungkap Sarlota.

Ironisnya, anak-anak tersebut sebenarnya masih tercatat sebagai peserta didik. Namun, keterbatasan ekonomi membuat mereka lebih banyak membantu keluarga dibandingkan duduk di bangku sekolah.

Kini, ketiga anak tersebut sudah kembali mengikuti KBM. Pihak sekolah bahkan memberikan perlengkapan belajar dan seragam sebagai bentuk dukungan agar mereka dapat kembali bersekolah tanpa terbebani kebutuhan dasar pendidikan.

“Mereka sudah mendapat peralatan untuk kegiatan belajar mengajar, terlebih seragam,” kata Sarlota.

Meski demikian, perjuangan belum selesai. Sarlota mengungkapkan masih terdapat persoalan administrasi serta kondisi keluarga yang perlu mendapat perhatian. Sebagian anak disebut berasal dari keluarga broken home dan ada yang hanya tinggal bersama Oma dan Opa.

“Disayangkan juga karena anak-anak tersebut hanya tinggal bersama Oma dan Opa,” ujarnya.

Bagi SDN 19 Manado, GEMA MAKASE bukan sekadar program untuk mendata anak yang tidak bersekolah. Program tersebut menjadi gerakan untuk menjemput kembali anak-anak yang nyaris kehilangan hak pendidikannya, termasuk mereka yang terpaksa bekerja atau membantu keluarga akibat keterbatasan ekonomi.

Sekolah pun memastikan pendampingan akan terus dilakukan bersama pemerintah kelurahan dan ketua lingkungan agar anak-anak yang telah kembali ke sekolah tidak kembali meninggalkan bangku pendidikan.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *