dr. Handry Pasandaran, M.E.

Kasus HIV di Sangihe Meningkat, Dinkes Perkuat Skrining dan Edukasi Masyarakat

Posted on

PROSULUT.com, TAHUNA – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe mengintensifkan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV menyusul meningkatnya jumlah Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di wilayah tersebut. Langkah yang dilakukan meliputi perluasan skrining, deteksi dini, serta edukasi kepada masyarakat guna meningkatkan pemahaman yang benar tentang HIV dan cara pencegahannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran, M.E., mengatakan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kasus HIV harus menjadi momentum untuk memperkuat literasi kesehatan.

 “Perubahan perilaku berisiko tidak dapat terjadi secara instan, tetapi harus dibangun melalui edukasi yang berkelanjutan, sebut dr. Handry  saat diwawancarai Prosulut.com di ruang kerjanya, Kamis 25/6/2026.

Ia menjelaskan, tingginya mobilitas penduduk di kawasan dengan aktivitas ekonomi tertentu, termasuk sektor pertambangan, serta keberadaan praktik prostitusi terselubung menjadi faktor yang perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan risiko penularan HIV. Karena itu, Dinas Kesehatan terus memperluas skrining pada kelompok berisiko melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Selain memperkuat upaya pencegahan, Dinkes juga mengajak media massa berperan aktif menyampaikan informasi yang akurat mengenai HIV. Pemberitaan diharapkan tidak hanya menampilkan data kasus, tetapi juga memberikan edukasi yang benar agar masyarakat memahami cara penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini.

Dr. Handry turut mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada ODHA. Ia menegaskan bahwa HIV tidak menular melalui interaksi sosial sehari-hari dan penderita memiliki hak yang sama untuk hidup, bekerja, serta bersosialisasi. Dengan menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin sesuai anjuran tenaga kesehatan, ODHA dapat tetap hidup sehat, produktif, dan memiliki harapan hidup yang panjang.

“Yang harus dilawan adalah penyakitnya, bukan orangnya. Mereka membutuhkan dukungan agar dapat menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat,” tegasnya.

(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *