Kejurprov Voli U-19 2026 Resmi Ditutup di Sangihe, Michael Thungari Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

Posted on

PROSULUT.com, TAHUNA — Kejuaraan Bola Voli Antar Klub U-19 Piala Bergilir Gubernur Sulawesi Utara 2026 resmi berakhir di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., menutup kejuaraan yang diikuti 26 tim dari sejumlah daerah di Sulawesi Utara tersebut di GOR Membara, Kelurahan Manente, Kecamatan Tahuna, Sabtu (29/8/2026).

Penutupan kejuaraan bukan sekadar menandai berakhirnya persaingan antarklub, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga dan mendorong lahirnya atlet-atlet muda potensial dari Sulawesi Utara.

Dalam sambutan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., yang dibacakan Bupati Michael Thungari, seluruh atlet diapresiasi karena telah menunjukkan semangat bertanding, disiplin, sportivitas dan kemampuan terbaik selama kompetisi berlangsung.

“Selamat kepada tim yang berhasil meraih gelar juara. Kemenangan ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan tim. Kepada seluruh peserta, kami juga menyampaikan apresiasi karena kalian adalah potensi dan harapan bagi kemajuan bola voli di Sulawesi Utara,” ujar Michael.

Menurut Michael, kejuaraan kelompok usia U-19 memiliki arti penting dalam membangun fondasi olahraga daerah. Kompetisi tidak hanya menjadi ruang untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.

Atlet muda, kata dia, perlu dibekali kemampuan teknik dan fisik yang baik, sekaligus mental yang kuat, kedisiplinan, karakter positif dan keberanian untuk berkompetisi secara sehat.

Sangihe Siap Jadi Tuan Rumah Event Olahraga.

Michael juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk terus membuka ruang bagi penyelenggaraan berbagai kompetisi olahraga.

Menurutnya, keberadaan GOR Membara yang representatif menjadi modal penting untuk menjadikan Sangihe sebagai salah satu daerah tujuan penyelenggaraan event olahraga di Sulawesi Utara.

“Saya sangat senang melihat acara penutupan ini. Dengan adanya tempat olahraga yang representatif, kita dapat terus menyelenggarakan event-event olahraga berkualitas dan berkelas profesional ke depan,” katanya.

Ia menambahkan, setelah Kejuaraan Bola Voli U-19, Kabupaten Kepulauan Sangihe dijadwalkan kembali menjadi tuan rumah kegiatan olahraga melalui Piala Bupati Sangihe untuk Kejuaraan Taekwondo Sulawesi Utara Open Tournament.

“GOR ini akan terus menjadi ruang dan wadah bagi seluruh cabang olahraga untuk menyelenggarakan event-event besar selanjutnya,” tegas Michael.

26 Tim Ikut Ambil Bagian.

Ketua Panitia Ferdinand Mangumbahang mengatakan, Kejurprov Bola Voli U-19 Sulawesi Utara 2026 diikuti 14 tim putra dan 12 tim putri.

Sebanyak 26 tim tersebut berasal dari Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Minahasa, Minahasa Utara, Kota Bitung, Tomohon, Manado dan Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Ferdinand menjelaskan, penyelenggaraan kejuaraan merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pengembangan olahraga bola voli di Sulawesi Utara.

Selain menjadi arena kompetisi, kejuaraan tersebut diharapkan mampu menjadi tempat bagi atlet muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus menjadi pintu munculnya talenta-talenta baru yang dapat membawa nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Kami bersyukur selama kegiatan berlangsung semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala yang berarti. Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, terutama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ujar Ferdinand.

Ia mengatakan, Sangihe mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah setelah memperoleh dukungan dari Gubernur Sulawesi Utara, jajaran PBVSI dan pihak terkait. Kondisi GOR Membara yang dinilai memadai turut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan kejuaraan.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga dinilai sangat membantu panitia, mulai dari proses audiensi, transportasi atlet, perizinan hingga berbagai kebutuhan teknis selama kegiatan berlangsung.

Spansa Manado dan JB Electric PLN Manado Jadi Juara

Persaingan sengit terjadi hingga babak akhir. Pada kategori putri, Spansa Manado berhasil keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang piala bergilir, medali serta uang pembinaan Rp15 juta.

Malika Tomohon menempati posisi kedua dengan uang pembinaan Rp10 juta. Juara ketiga diraih Apalus dengan uang pembinaan Rp5 juta, sementara posisi keempat memperoleh uang pembinaan Rp2,5 juta.

Pada kategori putra, JB Electric PLN Manado tampil sebagai juara pertama. Tim tersebut berhak membawa piala bergilir selama satu tahun, medali emas dan uang pembinaan Rp15 juta.

Juara kedua diraih Ekyo Minahasa Utara dengan medali perak dan uang pembinaan Rp10 juta. Kingdom Watu Dambok menempati posisi ketiga dan memperoleh medali perunggu serta uang pembinaan Rp5 juta.

Sedangkan Prodisa Baharita Laut berada di posisi keempat dengan hadiah uang pembinaan Rp2,5 juta.

Jadi Momentum Pembinaan Atlet Sangihe

Ferdinand berharap keberhasilan Sangihe menjadi tuan rumah tidak berhenti pada suksesnya penyelenggaraan. Menurutnya, pengalaman tersebut harus menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lokal untuk meningkatkan kualitas latihan.

“Ini menjadi pemacu bagi atlet-atlet muda yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe agar lebih giat berlatih. Kami berharap ke depan Sangihe kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah sekaligus mampu melahirkan atlet yang berprestasi,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, PBVSI, panitia, aparat keamanan, perangkat daerah, wasit, ofisial serta para sponsor yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Dukungan sponsor utama datang dari PT Pelangi Sulut, bersama PT PLN UID Suluttenggo, Bank SulutGo, BNI, PT PLN Nusadaya, Tahuna Beach Hotel dan sejumlah pihak lainnya.

Di akhir kegiatan, Bupati Michael Thungari mengajak seluruh atlet menjadikan pengalaman bertanding di Sangihe sebagai bekal untuk terus berkembang dan meniti karier di dunia olahraga.

“Semoga pengalaman bertanding di Kabupaten Kepulauan Sangihe akan terus diingat sepanjang karier kalian di bola voli dan menjadi kenangan tersendiri bagi para atlet,” tuturnya.

Kejuaraan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pembinaan atlet usia muda membutuhkan kompetisi yang berkelanjutan, fasilitas yang memadai dan dukungan bersama agar potensi olahraga Sulawesi Utara dapat terus berkembang.(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *