Hasil pengumuman Lomba PBB yang di gelar di SMPN 1 Manado diprotes sejumlah guru karena di nilai tidak adil.

Kontroversi Lomba PBB HGN Manado: Peserta Pertanyakan Transparansi, Juri dari SMPN 1 Dinilai Langgar Etika Penilaian

Posted on

PROSULUT.com, MANADO – Perhelatan Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) dalam rangka Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT PGRI 2025 di Manado berubah menjadi panggung kontroversi.

Bukannya meninggalkan kesan positif, kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado di SMP Negeri 1 Manado pada Senin (17/11/2025) itu justru memunculkan berbagai pertanyaan serius soal transparansi dan profesionalisme panitia.

Lomba yang diikuti SMP negeri dan swasta se-Kota Manado tersebut awalnya berlangsung normal. Namun suasana mencair menjadi panas saat pihak media menanyakan data jumlah peserta kepada Kepala Bidang Pembinaan SMP, Greace Sondak, M.Pd, yang hadir pada kegiatan tersebut.

Alih-alih memberikan informasi, ia mengaku tidak mengetahui jumlah peserta.

“Coba lia jo di meja, kita nda tau berapa peserta yang tercatat,” ujarnya.

Pernyataan ini memicu tanda tanya mengenai sejauh mana panitia memahami jalannya kompetisi.

Ketegangan memuncak ketika pengumuman hasil lomba dibacakan. Tuan rumah, SMP Negeri 1 Manado, keluar sebagai juara satu. Bagi sebagian peserta, kemenangan ini sulit diterima, bukan semata karena hasilnya, tetapi karena prosesnya.

Sejumlah guru pendamping mengungkapkan bahwa seorang guru olahraga dari SMPN 1 dilibatkan sebagai juri. Keterlibatan tersebut dinilai melanggar prinsip dasar netralitas dan membuka pintu bagi konflik kepentingan—sebuah hal yang seharusnya tidak terjadi di kompetisi resmi tingkat kota.

“Bagaimana mungkin juri berasal dari sekolah peserta? Ini nda masuk akal. So dari awal kita curiga ini lomba nda beres,” tegas beberapa guru yang kecewa.

Para peserta yang hadir sejak pagi menyatakan bahwa proses penilaian berlangsung tanpa transparansi yang memadai. Mereka menilai panitia seharusnya lebih profesional, terlebih kegiatan ini membawa nama besar HGN dan PGRI yang identik dengan nilai integritas.

Kekecewaan pun menjadi penutup hari bagi banyak peserta. Mereka berharap Dinas Pendidikan segera memberikan penjelasan terbuka dan melakukan evaluasi. Menurut mereka, bila dugaan konflik kepentingan dibiarkan, maka kepercayaan terhadap kegiatan pendidikan di tingkat kota dapat merosot.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *