Laga Persma All Star vs Persija Glory di Manado: Nostalgia Penuh Semangat, Titik Awal Kebangkitan Sepak Bola Sulut

Posted on

PROSULUT.com, MANADO – Sorak-sorai ribuan penonton membahana di Lapangan KONI Sario Manado, Rabu (12/11/2025), saat laga persahabatan Persma All Star menghadapi Persija Glory digelar. Meskipun para pemainnya sudah tak muda lagi, semangat juang mereka di lapangan justru menyalakan kembali gairah sepak bola di Sulawesi Utara.

Sejak peluit babak pertama dibunyikan, pertandingan langsung berjalan seru. Persija Glory tampil menekan dan sukses membuka keunggulan lewat sepakan keras legenda mereka, Perry Sandria. Kedua tim silih berganti menyerang, membuat ribuan pasang mata terpaku di tribun.

Setelah 60 menit berlaga, pertandingan nostalgia ini berakhir dengan skor 4–3 untuk kemenangan Persija Glory. Walau bertajuk laga persahabatan, tensi pertandingan tetap terasa tinggi, membuktikan bahwa semangat kompetisi para legenda belum pudar.

Pertandingan istimewa ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, SE, bersama jajaran pengurus Persma, para wali kota dan bupati se-Sulut, serta para tokoh olahraga daerah. Atmosfer nostalgia bercampur haru menyelimuti lapangan Sario, menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat pecinta sepak bola di Bumi Nyiur Melambai.

Dalam sambutannya usai laga, Gubernur Yulius menegaskan bahwa pertandingan ini bukan sekadar nostalgia, melainkan awal dari kebangkitan olahraga di Sulawesi Utara.

 “Hari ini adalah titik awal kebangkitan sepak bola di Manado khususnya Sulawesi Utara. Saya ingin para kawula muda termotivasi untuk berprestasi di kancah nasional bahkan internasional,” ujarnya disambut tepuk tangan meriah ribuan penonton.

Gubernur juga menyampaikan tekad pemerintah untuk membawa Persma Manado naik kasta menuju Liga 1, serta merencanakan pembangunan  kembali stadion Klabat pada tahun 2026 sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kemajuan olahraga daerah.

 “Mari kita dukung Persma Manado dan semua cabang olahraga. Bersama, kita bangkitkan semangat olahraga di Sulawesi Utara,” tegasnya.

Laga legenda ini menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ia adalah simbol kebersamaan, semangat juang, dan harapan baru bagi generasi muda Sulut untuk kembali menorehkan prestasi di dunia sepak bola nasional.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *