Luar Biasa, Asesmen Berjalan Sukses, Liando: Siswa Kelas 5 Tumpuan Harapan Satuan Pendidikan

Manado, Ketua K3S Kecamatan Malalayang, Silia Liando, M.Pd mengapresiasi langkah Walikota Manado, Andrey Angouw yang memprogramkan pelaksanakan asesmen bagi siswa kelas 5 secara serentak Rabu 5 Juni lalu.
Meskipun terkesan mendadak dilaksanakan, tetapi kegiatan ini sukses digelar, semua berjalan aman dan lancar. Kalaupun ada kekurangan seperti soal kurang dan ada sekolah yang tidak lengkap, itu hanya masalah distribuai dan percetakan. Ebtanas saja ada kekurangan karena dilakukan secara masal dan serentak.
‘Bayangkan persiapan hanya sekitar 2 Minggu tetapi luar biasa bisa terlaksana dengan segala baik, ” Katanya.
Dikatakan, K3S kecamatan digerakkan semua untuk melaksanakan kegiatan yang menjadi program pak Walikota Manado.
Tingkat kerahasiaan soall dan distiribusi penyaluran cukup ketat. Hanya kepala sekolah yang boleh menjemput soal asesmen di Posko K3S kecamatan dalam keadaan sampul tersegel.
Dari kepala sekolah langsung menyerahkan ke pengawas ruangan yang didatangkan dari sekolah lain. Bahkan setelah selesai pengawas yang membawa langsung LKJ ke Dinas Dikbud untuk diperiksa oleh tim yang dibentuk kepala dinas.
Lebih jauh Liando mengatakan, ada 21 satuan pendidikan di Kecamatan Malalayang yang mengikuti asesemen baik negeri maupun swasta.
Dikatakan, asesmen dilaksanakan dalam rangka mengukur kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran selama 5 tahun berada di bangku SD. Sekaligus juga untuk menilai kinerja guru atau tenaga pensidik selama proses pembelajaran. “Hasilnya akan dapat dilihat dimana kelemahan sehingga perlu dicarikan solusinya. Apakah kelemahan ada pada guru atau siswa sehingga metode mengajar perlu dievaluasi lebih lanjut.
” Hasil asesmen aka.menjadi bahan kajian untuk menentukan langkah selanjutnya, ” Ungkap Liando yang menjadi instruktur atau pendamping guru penggerak.
Menurut Kepsek energik, kreatif dan inovatif ini, kelas 5 sebenarnya menjadi tumpuan harapan satuan pendidikan untuk mengukur kualitas dari sekolah yang bersangkutan. Sebab ANBK saja harus siswa kelas 5 yang dipilih secara acak olah pihak Kementrian.
Untuk itulah, wali kelas 5 harus guru yang keatif dan inovatif, mau belajar dan mengembangkan diri serta menyesuaikan dengan kemajuan teknologi.
“Memilih wali kelas 5 tidak boleh sembarangan, harus dilihat kemampuannya, ” Kata Liando yang juga Kepsek SD GMIM 27 Manado. (Meldi S)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *