PROSULUT.com, MANADO — Di tengah keterbatasan lahan pertanian di Kota Manado, sebuah harapan baru tumbuh. Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Indonesia (DPD-TMI) Kota Manado resmi dilantik pada Jumat (27/3/2026) di Balai Pertemuan Pemerintah Kota Manado.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran petani di wilayah perkotaan. Dengan diterbitkannya SK Nomor 432 oleh Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Tani Merdeka Indonesia, kepengurusan DPD TMI Kota Manado kini sah dan siap menjalankan perannya.

Ketua DPW TMI Sulawesi Utara, Dr. Daniel S. Palit, S.E., yang melantik langsung pengurus, menegaskan bahwa organisasi ini bukan sekadar struktur, tetapi wadah perjuangan.
“Kami ingin petani tidak hanya bertahan, tetapi berkembang menjadi mandiri dan sejahtera. Sinergi dengan pemerintah dan semua pihak menjadi kunci,” ujarnya.
Pesan penuh harapan juga datang dari Pemerintah Kota Manado. Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Ato Bulo, S.H., M.M., ditegaskan bahwa keterbatasan lahan bukanlah hambatan, melainkan tantangan untuk berinovasi.

“Pertanian di kota harus bertransformasi. Teknologi, kreativitas, dan pengolahan hasil menjadi kekuatan baru dalam menjaga ketahanan pangan,” ungkapnya.
Hal ini sejalan dengan upaya mendukung program nasional dalam memperkuat ketahanan pangan, sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Suasana pelantikan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Doa pembukaan dipimpin oleh Pdt. Manampiring, S.Th., sementara doa penutup oleh Haji Husen Dunggio, mencerminkan semangat persatuan lintas elemen dalam membangun sektor pertanian.
Tidak hanya seremoni, kegiatan ini juga diisi dengan aksi nyata melalui penyerahan bantuan bibit padi, jagung, serta mesin alkon kepada pengurus DPD TMI Kota Manado. Bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan produktivitas petani lokal.
Perwakilan BRMD melalui Kepala BMP Sulawesi Utara, Supratman Siri, turut menegaskan pentingnya organisasi tani sebagai pilar pembangunan.
“Pertanian bukan hanya soal produksi, tetapi juga tentang kehidupan, ekonomi, dan keseimbangan lingkungan. Karena itu, penguatan organisasi petani menjadi sangat strategis,” jelasnya.
Dengan dilantiknya kepengurusan ini, harapan besar disematkan kepada DPD TMI Kota Manado untuk menjadi motor penggerak pertanian yang adaptif, inovatif, dan berpihak pada kesejahteraan petani.
Di tengah kota yang terus berkembang, para petani Manado kini tidak lagi berjalan sendiri. Mereka punya wadah, punya arah, dan yang terpenting punya harapan.(Ronny Lintjewas/jet)




