Tiga Dekade Mengabdi, Felmy Mokosolang Kini Pimpin SDN 31 Manado: Bagi Saya, Menjadi Guru adalah Jalan Hidup

Posted on

PROSULUT.com, MANADO — Pengabdian panjang di dunia pendidikan akhirnya mengantarkan Felmy H. Mokosolang, M.Pd pada sebuah amanah baru.
Setelah hampir tiga dekade menjalani profesi sebagai pendidik, Felmy resmi dipercaya sebagai Kepala Sekolah definitif SD Negeri 31 Manado pada 20 Agustus 2026.

Namun, bagi Felmy, jabatan tersebut bukanlah puncak perjalanan. Justru, menjadi kepala sekolah merupakan babak baru untuk terus belajar, bekerja, dan memberikan pengabdian terbaik bagi dunia pendidikan.

Semangat tersebut telah tumbuh sejak awal ia menapaki profesi sebagai pendidik. Pada 1996, Felmy memulai pengabdiannya sebagai staf pengajar di SD Ebenhaezer 1 Manado.
Jauh sebelum menyandang status ASN, ia telah melewati perjalanan sebagai guru honorer di sejumlah sekolah, baik di lingkungan yayasan maupun sekolah negeri.

Dedikasi itu terus dijalani hingga akhirnya pada 2010 Felmy diangkat sebagai ASN. Ia kemudian mendapat penempatan sebagai guru di SD 09 Manado dan SDN 02 Manado.
Pengalaman selama bertahun-tahun berhadapan langsung dengan peserta didik, orang tua, guru, serta berbagai dinamika sekolah menjadi modal penting dalam perjalanan kariernya.

Tidak berhenti pada pengalaman, Felmy juga terus membuka diri untuk meningkatkan kompetensi. Pada 2025, ia mengikuti BCKS sebagai bagian dari proses pengembangan diri dan persiapan kepemimpinan di satuan pendidikan.

Kini, ketika kepercayaan sebagai kepala sekolah definitif telah berada di pundaknya, Felmy justru menegaskan satu hal: seorang kepala sekolah tidak boleh berhenti belajar.

Menurutnya, pengalaman dan pengetahuan dari para senior merupakan bagian penting yang harus dihargai dan dijadikan sumber pembelajaran. Baginya, pemimpin sekolah harus mampu menjadi teladan, bukan hanya dalam bekerja, tetapi juga dalam kemauan untuk terus belajar.

Fokus pada Guru, Berdampak pada Siswa
Sebagai kepala SD Negeri 31 Manado, Felmy telah menyiapkan sejumlah gagasan untuk membawa sekolah ke arah yang lebih baik. Salah satu fokus utamanya adalah membangun konsep dan program yang matang dalam meningkatkan kinerja serta kompetensi guru.

Ia meyakini, kualitas guru memiliki hubungan erat dengan kualitas peserta didik. Karena itu, pengembangan kompetensi pendidik akan menjadi salah satu pijakan dalam mendorong peningkatan mutu pembelajaran di sekolah.

Pengembangan tersebut tidak hanya dilakukan secara bersama-sama melalui kegiatan kelompok, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kompetensi setiap guru secara individu.

“Yang utama adalah menyusun konsep yang matang untuk mengembangkan kinerja guru. Ketika kinerja dan kompetensi guru meningkat, tentu akan berdampak pada peserta didik,” menjadi semangat Felmy dalam menjalankan amanah barunya.

Dari peningkatan kualitas guru itulah, ia berharap lahir berbagai prestasi peserta didik.
Sekolah akan didorong untuk semakin aktif mengembangkan potensi siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.

Ajang seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) menjadi bagian dari ruang yang ingin dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun keberanian siswa berkompetisi.

Bukan sekadar mengejar kemenangan, menurut Felmy, berbagai kompetisi tersebut harus menjadi sarana untuk menemukan, mengembangkan, dan mengasah potensi peserta didik sehingga mereka memiliki pengalaman serta kepercayaan diri untuk berkembang.
Apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado
Mendapat kepercayaan memimpin sekolah, Felmy juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Manado.
Kepercayaan tersebut, menurutnya, merupakan amanah yang harus dijawab melalui kerja nyata.

Ia berkomitmen untuk terus berjuang bersama guru dan seluruh warga sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Baginya, kepala sekolah tidak dapat bekerja sendiri. Kemajuan sekolah membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan komitmen seluruh komponen pendidikan.

Perjalanan Felmy dari seorang guru honorer pada masa awal pengabdiannya hingga dipercaya menjadi kepala sekolah definitif menjadi gambaran bahwa pengabdian di dunia pendidikan membutuhkan ketekunan dan kesetiaan pada profesi.

Hampir 30 tahun berada di dunia pendidikan membuat Felmy semakin yakin bahwa profesi tersebut bukan sekadar pekerjaan untuk mencari nafkah.
“Menjadi guru, terlebih kepala sekolah, itu adalah jalan hidup.”
Kalimat tersebut menjadi refleksi perjalanan panjang Felmy sekaligus tekadnya dalam menjalankan amanah sebagai Kepala SD Negeri 31 Manado.

Dengan pengalaman panjang sebagai pendidik, semangat untuk terus belajar, serta visi meningkatkan kompetensi guru dan prestasi peserta didik, Felmy kini memulai babak baru pengabdiannya.

Bukan hanya memimpin sebuah sekolah, tetapi ikut mengambil bagian dalam tugas besar mencerdaskan anak bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *