196 Pelayan Khusus GMIST Betlehem Tahuna Diteguhkan, Pdt. Dikson Tantu: Jadilah Pembawa Damai dan Harapan

Posted on

PROSULUT.com, TAHUNA – Sebanyak 196 Pelayan Khusus Majelis Jemaat GMIST Betlehem Tahuna resmi diteguhkan dan dilantik untuk masa pelayanan 2026–2031 dalam Ibadah Minggu I yang berlangsung di Gedung Gereja GMIST Betlehem Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Minggu (2/8/2026).

Peneguhan tersebut menjadi momentum dimulainya pelayanan para Penatua dan Diaken dari Kelompok 1 hingga 33 yang telah dipilih oleh jemaat dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Majelis Pekerja Sinode (MPS) GMIST Nomor 096 Tahun 2026.
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Dikson Alex Tantu, S.Th., M.Pdk. dan dihadiri sejumlah pendeta, di antaranya Pdt. Reni Manansang-Barik, S.Th., Pdt. Imelda Mahino, S.Th., Pdt. Conny Merry Dalughu Patimbano, M.Th., Pdt. Ny. Clementine Malohing-Oleng, M.Th., Pdt. Onlya M. Dame, S.Th., serta Pdt. Alfred Aling, S.Th., S.Pd.

Keputusan peneguhan ditetapkan di Tahuna pada 28 Juli 2026 dan ditandatangani Ketua MPS GMIST, Pdt. Dr. Welman Boba, M.Th., bersama Sekretaris Umum MPS GMIST, Pdt. Ny. Clementine Malohing-Oleng, M.Th. Masa pelayanan para pelayan khusus tersebut berlaku efektif mulai 2 Agustus 2026 hingga lima tahun ke depan.
Dalam konsideran keputusan dijelaskan bahwa Pelayan Khusus merupakan warga sidi jemaat yang menerima panggilan Allah untuk melayani gereja.
Peneguhan melalui penumpangan tangan dalam ibadah menjadi tanda pengutusan gerejawi sekaligus pengesahan pelayanan secara institusional.

Pada kesempatan yang sama, MPS GMIST juga secara resmi mengakhiri masa pelayanan Pelayan Khusus periode 2021–2026. Jemaat memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada para pelayan yang telah menyelesaikan tugasnya atas dedikasi dan kesetiaan dalam melayani selama lima tahun.

Mengangkat tema khotbah dari Yesaya 61:1–11 dengan nas pembimbing Galatia 5:1, Pdt. Dikson Alex Tantu menegaskan bahwa panggilan seorang pelayan Tuhan harus diwujudkan melalui pelayanan yang menghadirkan damai, kasih, dan pengharapan bagi sesama.
Menurutnya, nubuat Nabi Yesaya digenapi melalui Yesus Kristus yang diutus Allah untuk membawa kabar baik kepada orang-orang yang tertindas, menghibur yang berdukacita, membebaskan yang terbelenggu, serta memulihkan mereka yang mengalami penderitaan.
Karena itu, para pelayan khusus dipanggil untuk meneruskan karya kasih Kristus dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

“Pelayanan bukanlah tentang jabatan, tetapi tentang kesediaan melayani dengan kerendahan hati, kesetiaan, kejujuran, integritas, dan kasih kepada jemaat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan yang diberikan Kristus bukan untuk hidup menurut keinginan sendiri, melainkan menjadi kesempatan untuk mengasihi sesama, melayani tanpa pamrih, serta setia melakukan kehendak Allah.
Para pelayan khusus diharapkan mampu menjadi teladan dalam keluarga, gereja, dan masyarakat, serta menghadirkan kesaksian yang membawa orang semakin dekat kepada Kristus.

Peneguhan 196 Pelayan Khusus GMIST Betlehem Tahuna ini menjadi awal perjalanan pelayanan lima tahun ke depan. Melalui momentum tersebut, gereja berharap seluruh pelayan yang telah diteguhkan mampu memperkuat persekutuan jemaat, membangun kepemimpinan yang melayani, dan menjadi terang serta garam di tengah masyarakat sesuai dengan panggilan Kristus.

(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *