PROSULUT.com, TOMOHON – Kesigapan personel Polsek Tomohon Utara bersama tim gabungan membuahkan hasil. Empat pendaki asal Kecamatan Sonder yang dilaporkan tersesat di kawasan puncak Gunung Lokon berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah dilakukan operasi pencarian yang dipimpin Kapolsek Tomohon Utara, Ipda Stenly Y. Pakekong, Minggu (2/8/2026) dini hari.
Kapolsek Tomohon Utara, Ipda Stenly Y. Pakekong, menjelaskan bahwa operasi pencarian bermula dari laporan seorang warga bernama Shaldy Pesik (20), yang datang ke Mapolsek Tomohon Utara pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 22.45 Wita. Pelapor menyampaikan bahwa empat rekannya yang melakukan pendakian di Gunung Lokon belum kembali dan diduga tersesat.
“Setelah menerima laporan, personel piket langsung berkoordinasi dengan Basarnas Provinsi Sulawesi Utara dan Tim SAR Kota Tomohon. Kami kemudian bergerak menuju Posko Wisata Pelangi untuk bergabung dengan tim gabungan dan melakukan pencarian,” ujar Ipda Stenly Y. Pakekong.
Keempat pendaki yang dilaporkan tersesat yakni Drando Pangkey (21) warga Desa Kauneran I, Rangga Rumagit (19) warga Desa Tincep, Luis Runtuwene (21) warga Desa Sendangan, dan Julio Monding (21) warga Desa Rambunan.
Seluruhnya merupakan warga Kecamatan Sonder.
Operasi pencarian melibatkan personel Polsek Tomohon Utara, Basarnas Provinsi Sulawesi Utara, Vulcano Tomohon, Tunas Muda Wailan, dan Rajawali Tomohon. Tim gabungan menyisir jalur pendakian hingga akhirnya sekitar pukul 03.20 Wita, Tim Vulcano Tomohon berhasil menemukan keempat pendaki.
“Tiga pendaki ditemukan dalam kondisi sehat, sementara satu orang mengalami kelelahan. Seluruhnya kemudian dievakuasi menuju Posko Darurat di kawasan Wisata Pelangi,” kata Kapolsek.
Sekitar pukul 06.10 Wita, tim gabungan bersama para pendaki tiba di Posko Batu Licin. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dipastikan dalam kondisi baik, keempat pendaki diizinkan kembali ke rumah masing-masing menggunakan kendaraan pribadi.
Ipda Stenly Y. Pakekong mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan evakuasi tidak lepas dari koordinasi yang baik antara kepolisian, Basarnas, dan komunitas relawan.
Ia juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan pendakian agar mempersiapkan fisik dan perlengkapan dengan baik, memperhatikan kondisi cuaca, serta memberitahukan rencana pendakian kepada keluarga maupun pihak terkait demi menghindari kejadian serupa.(jet)




