PROSULUT.com, MITRA – Waktu boleh berlalu, usia boleh bertambah, namun tali kasih persaudaraan tetap terpelihara. Itulah semangat yang terasa hangat dalam pertemuan alumni PGA-KP Tomohon Angkatan 1980 menjelang pelaksanaan Reuni Akbar yang akan digelar di Amurang pada 1 Juli 2026, bertepatan dengan peringatan 46 tahun kebersamaan mereka.
Dalam ibadah penuh kekhusyukan yang dipimpin Ketua Reuni, Pdt. Dr. Ventje Talumepa, M.Th, para alumni diajak merenungkan perjalanan panjang pengabdian yang telah mereka tempuh.
Dari ruang-ruang kelas hingga mimbar pelayanan, dari kota hingga pelosok negeri, mereka hadir sebagai pendeta, guru agama negeri dan gereja, dosen, kepala sekolah PNS, wirausaha, hingga pemimpin di lingkup Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM).
Meski kini sebagian besar telah memasuki masa purna tugas dan lanjut usia, semangat melayani tidak pernah padam. Reuni ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan perayaan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan hidup dan pelayanan masing-masing.
Penasehat Reuni, Pdt. P. M. Tampi, S.Th., M.Si., mantan Ketua Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa, menyampaikan harapan agar Reuni Akbar ini menjadi momentum memperkuat jalinan kasih lintas angkatan.
Bahkan mengemuka gagasan untuk menyatukan Angkatan 1980, 1981, dan 1982 dalam satu perayaan besar sebuah simbol bahwa perbedaan waktu dan perjalanan tidak pernah memisahkan hati.
Dalam suasana kekeluargaan yang akrab, pertemuan yang dilaksanakan di Tombatu Lobu, Kecamatan Toluaan, Kabupaten Minahasa Tenggara, tepatnya di kediaman Guru Agama Neltje Umbunan (Ny. Mosey), menghasilkan keputusan penting dengan terbentuknya Tim Kerja Reuni Akbar 2026:
Ketua: Ronny Lintjewas, S.Pd., M.Si.
Sekretaris: Drs. Royke Suoth, M.Si.
Bendahara: Donny Hontomole
Tim ini akan mempersiapkan rangkaian kegiatan secara matang, dengan agenda pemantapan lanjutan pada 14 Maret 2026 di kawasan wisata Hutan Pinus Silian Raya, Soputan.
Mengusung tema “Menyatu dalam Perbedaan”, para alumni PGA-KP Tomohon Angkatan 1980 percaya bahwa kebersamaan adalah anugerah yang terus dirawat.
Di usia 46 tahun perjalanan ini, mereka tidak hanya merayakan kenangan masa lalu, tetapi juga memperbaharui komitmen untuk tetap menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, dan generasi penerus.
Karena pada akhirnya, reuni bukan hanya tentang bertemu kembali melainkan tentang merajut kembali hati yang pernah disatukan dalam panggilan dan pelayanan.
Penulis- Ronny Lintjewas.




