PROSULUT.com, MANADO – Jangan sampai kebohongan orang dewasa justru merampas masa depan anak! Seorang siswa kelas IV SD Negeri 01 Manado ditemukan sedang mencari uang dengan bekerja sebagai badut di Kota Bitung, padahal sebelumnya meminta izin ke sekolah untuk pergi ke Gorontalo. Fakta mengejutkan ini terungkap setelah seorang guru mengenali siswanya saat berada di Bitung.
Kepala SDN 01 Manado, Monalisa Fitria Laode, S.Pd., mengungkapkan kejadian tersebut saat ditemui di ruang kerjanya, sekaligus menyoroti pentingnya keterbukaan orang tua demi menjaga hak anak untuk memperoleh pendidikan. Kamis (15/10/2026)
Peristiwa itu bermula ketika siswa tersebut tidak masuk sekolah dan menyampaikan izin untuk pergi ke Gorontalo. Namun, kenyataan berkata lain. Seorang guru yang kebetulan berada di Bitung(pulang kampung) melihat anak tersebut sedang beraktivitas sebagai badut untuk mencari uang.
Merasa mengenali gerak-geriknya, guru itu mendekat dan ternyata benar, anak tersebut merupakan siswanya sendiri. Bahkan, sang anak lebih dahulu menyapa gurunya.
Ketika ditanya mengenai keberadaannya, siswa itu mengungkapkan bahwa dirinya memiliki keluarga yang tinggal di Bitung. Temuan tersebut membuat pihak sekolah perlu menelusuri lebih jauh kondisi yang sebenarnya dihadapi anak itu.
Persoalan ini bukan sekadar soal izin yang tidak sesuai dengan kenyataan, melainkan juga menyangkut alasan seorang anak usia sekolah harus mencari uang ketika seharusnya berada di ruang kelas untuk belajar.
Kepala SDN 01 Manado, Monalisa Fitria Laode, menegaskan bahwa pihak sekolah tidak ingin membiarkan ketidakhadiran siswa berlarut-larut tanpa mengetahui penyebabnya.
Karena itu, ia menginstruksikan guru kelas melakukan kunjungan langsung ke rumah atau home visit apabila siswa tidak masuk sekolah selama tiga hari.
“Kalau ada anak yang tidak masuk sekolah sampai tiga hari, saya langsung mengarahkan guru kelas untuk melakukan kunjungan ke rumah atau home visit,” jelas Laode.
Orang tua jangan sampai mengajarkan anak menutupi kenyataan dengan kebohongan. Jika keluarga sedang menghadapi kesulitan ekonomi atau persoalan lain yang membuat anak harus mencari uang, jalan keluarnya bukan membiarkan anak menjauh dari sekolah atau memberikan alasan yang tidak sesuai dengan keadaan.
Kejujuran menjadi pintu awal agar keluarga dan sekolah bisa mencari solusi bersama. Anak tidak seharusnya menanggung sendiri persoalan orang dewasa hingga pendidikan dan masa depannya terancam.
Kasus ini sekaligus mempertegas pentingnya Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah (GEMA MAKASE) yang digagas Pemerintah Kota Manado.
Melalui home visit, SDN 01 Manado berupaya mendeteksi persoalan sejak dini agar tidak berkembang menjadi putus sekolah.
Meski koordinasi dengan pihak kelurahan masih perlu diperkuat, sekolah menyatakan siap membantu siswa yang membutuhkan pendampingan. Kini, siswa tersebut telah kembali bersekolah. Pesannya tegas, jangan korbankan masa depan anak demi menutupi persoalan hari ini.
Anak membutuhkan kejujuran, perlindungan, dan kesempatan belajar, bukan kebohongan yang justru menjauhkan mereka dari bangku sekolah.(jet)




