PROSULUT.com, MANADO – Kabar menggembirakan datang dari Provinsi Sulawesi Utara. Pada September 2025, jumlah penduduk miskin tercatat 172,13 ribu orang, menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir. Angka ini menandai kemajuan nyata dalam kesejahteraan masyarakat.
Jika dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin turun sekitar 1,71 ribu orang. Tren ini menunjukkan perbaikan kondisi ekonomi dan bahwa semakin banyak warga Sulut berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Sejak 2021, angka kemiskinan di Sulut memang sempat fluktuatif. Pada Maret 2021 tercatat 196,35 ribu orang, menurun menjadi 186,55 ribu pada September 2021, dan bergerak di kisaran 185–189 ribu hingga Maret 2024. Penurunan signifikan mulai terlihat pada September 2024 (173,31 ribu), sempat naik tipis Maret 2025 (173,84 ribu), sebelum akhirnya kembali turun pada September 2025.
Tidak hanya jumlah, persentase penduduk miskin juga menunjukkan tren membaik. Hal ini memperkuat fakta bahwa lebih banyak masyarakat menikmati kualitas hidup lebih baik, dengan akses lebih luas terhadap pendidikan, lapangan kerja, dan layanan dasar.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menilai capaian ini sebagai hasil dari kombinasi program strategis, mulai dari penguatan ekonomi lokal, perlindungan sosial, hingga peningkatan akses pendidikan dan lapangan kerja. Langkah-langkah ini diyakini mampu mendorong kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Bagi warga, setiap penurunan angka kemiskinan bukan sekadar statistik. Ini berarti lebih banyak keluarga menikmati hidup lebih layak, kesempatan yang lebih adil, dan harapan masa depan yang lebih cerah. Sulut kini semakin menunjukkan kemajuan dalam membangun masyarakat yang sejahtera.(**)




