PROSULUT.com, MANADO – Ekspor Sulawesi Utara mencetak prestasi gemilang pada 2025 dengan nilai US$1,23 miliar, naik 48 persen dibandingkan 2024. Lonjakan ini menegaskan produk-produk unggulan Sulut semakin diminati pasar global.
Setelah sempat menurun dari US$888,63 juta di 2023 menjadi US$833,68 juta pada 2024, tahun 2025 menjadi momentum kebangkitan ekspor Sulut. Angka di atas satu miliar dolar AS menunjukkan pertumbuhan yang impresif dan daya saing yang kian kuat di pasar internasional.
Tiongkok, Belanda, dan Filipina menjadi tiga pasar utama. Ekspor ke Tiongkok mencapai US$282,01 juta, ke Belanda US$267,74 juta, dan ke Filipina US$218,49 juta. Ketiganya menyerap hampir setengah dari total ekspor Sulut.
Dari sisi komoditas, sektor lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) memimpin dengan US$873,79 juta, diikuti ikan, krustasea, dan moluska (HS 03) senilai US$95,79 juta, serta olahan daging dan hasil laut (HS 16) US$69,87 juta. Data ini menegaskan industri pengolahan dan perikanan Sulut sebagai tulang punggung ekspor daerah.
Kenaikan permintaan internasional mencerminkan kualitas produk lokal yang semakin diakui dunia. Produk-produk Sulut tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar tradisional, tapi juga mulai merambah segmen premium di berbagai negara.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis tren positif ini berlanjut. Strategi peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, dan penguatan daya saing komoditas lokal diyakini akan membawa Sulut semakin “go global” di tahun-tahun mendatang.(**)




