PROSULUT.com, BITUNG – Semangat membangun budaya keselamatan kerja menggema dalam Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 yang dipusatkan di Kota Bitung, Rabu (25/2/2026).
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, tampil memimpin langsung upacara tersebut dan menegaskan komitmen daerah terhadap perlindungan pekerja.
Mengangkat tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, peringatan tahun ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sistem keselamatan kerja di tengah tantangan industri yang semakin terdigitalisasi.
Dalam sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI yang dibacakannya, Gubernur Yulius mengungkapkan bahwa sepanjang 2024 tercatat 319.224 kasus kecelakaan kerja di Indonesia. Angka tersebut menjadi peringatan keras bahwa pengawasan, sistem manajemen, dan budaya kerja aman harus terus diperkuat.
“Setiap kecelakaan adalah alarm bagi kita semua. Itu tanda bahwa masih ada celah dalam sistem dan budaya kerja yang harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Gubernur menekankan bahwa K3 bukan sekadar kepatuhan terhadap regulasi atau formalitas administratif. Lebih dari itu, K3 adalah nilai yang harus hidup dalam setiap proses kerja.
“K3 bukan sekadar kewajiban regulatif, tapi sebuah nilai. Setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Produktivitas dan keselamatan harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Dalam agenda K3 tahun 2026, pemerintah mendorong transformasi digital melalui optimalisasi aplikasi Teman K3 dan kanal Lapor Menaker guna menciptakan layanan yang transparan dan responsif. Selain itu, penguatan penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) di perusahaan menjadi prioritas sebagai langkah mitigasi risiko yang sistematis dan terukur.
Peran Dewan K3 Provinsi juga diperkuat, termasuk pelibatan serikat pekerja sebagai relawan pengawas untuk membangun budaya kolaboratif di lingkungan kerja. Profesionalisme pelayanan K3 pun ditegaskan harus berbasis data, integritas, serta penegakan sanksi tegas bagi pelanggar.
Peringatan Bulan K3 Nasional 2026 di Bitung bukan hanya seremoni tahunan, melainkan fase penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, aman, dan produktif. Di tengah persaingan global, kualitas perlindungan tenaga kerja menjadi salah satu indikator utama daya saing daerah dan bangsa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara, unsur Forkopimda, perwakilan dunia usaha, serta organisasi pekerja.(dks/jet)




