PROSULUT.com, MANADO — Dunia pendidikan di Kota Manado kini berada di titik paling memprihatinkan. Pencairan Dana BOS yang tak kunjung bergerak membuat sekitar 500 sekolah terpuruk dan para guru honorer jatuh pada kondisi ekonomi yang sangat mengkhawatirkan.
Di lapangan, keluhan mengalir deras. Banyak sekolah mengungkap bahwa masalah kembali tersangkut di bagian aset, yang disebut hanya ditangani oleh segelintir orang, situasi yang dinilai “tidak masuk akal” mengingat jumlah sekolah yang harus dilayani ratusan.
Para guru honorer kini berada di ujung tanduk. Mereka tiga bulan tidak menerima gaji, bahkan ada yang menyatakan sudah tidak lagi punya cara untuk bertahan hidup.
“Kami seperti dibiarkan mati pelan-pelan! Pak Wali Kota, apakah Anda tidak mendengar? Kami punya anak, kami punya keluarga, dan kami sudah dikejar-kejar hutang. Sampai kapan kami harus menunggu?” ucap seorang guru honorer dengan suara tersendat-sendat seakan menangis.
Suasana di sekolah-sekolah pun memanas. Banyak kepala sekolah merasa pemerintah kota telah gagal menunjukkan kepedulian. Mereka menilai proses administrasi di aset menjadi alasan berulang tahun demi tahun, tetapi tidak pernah ada perbaikan nyata.
“Ini bukan sekadar terlambat. Ini kelalaian yang membuat pendidikan di Manado terpuruk. Kalau satu dua hari kami masih bisa maklumi, tapi ini sudah berbulan-bulan,” tutur seorang kepala sekolah.
Yang lebih memanaskan suasana, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Manado tidak memberikan jawaban apa pun ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa, 9 Desember 2025.
Diamnya pejabat terkait membuat publik semakin mempertanyakan, apa sebenarnya yang sedang terjadi di balik macetnya Dana BOS ini?
Sementara guru dan sekolah terhimpit kesulitan, pemerintah kota dianggap tidak menunjukkan langkah cepat atau penjelasan yang layak.
Ratusan sekolah kini mendesak agar Wali Kota Manado segera turun tangan, mengambil alih penanganan, dan menghentikan penderitaan panjang para tenaga pendidik yang sudah berada di titik paling kritis.(jet)




