PROSULUT com, MANADO – Komitmen mengembalikan anak-anak putus sekolah ke bangku pendidikan terus mendapat dukungan dari satuan pendidikan di Kota Manado. Kepala SMP Negeri 10 Manado, Debby Tampi, menyatakan kesiapan sekolahnya menyukseskan program Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah (GEMA MAKASE) melalui pendataan, kunjungan langsung ke rumah (home visit), serta sinergi dengan pemerintah kelurahan dan kepala lingkungan.
Debby menegaskan, GEMA MAKASE yang dicanangkan Pemerintah Kota Manado merupakan upaya penting untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan. Menurutnya, anak-anak yang sempat berhenti sekolah harus mendapat perhatian dan kesempatan untuk kembali belajar dalam lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan inklusif.
“Sebagai satuan pendidikan, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, ramah, dan siap menyambut kembali anak-anak yang sempat terputus sekolah agar mereka bisa mendapatkan hak pendidikannya secara utuh,” ujar Debby melalui pesan WhatsApp kepada ProSulut.com, Selasa (20/10/2026).
Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, SMPN 10 Manado siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat melalui sistem SIMAKASE.
Koordinasi dengan kelurahan dan kepala lingkungan menjadi bagian penting dalam menjangkau anak-anak yang belum bersekolah maupun mereka yang terpaksa meninggalkan pendidikan, termasuk melalui home visit untuk mengetahui kondisi dan kendala yang dihadapi keluarga.
Bagi Debby, keberhasilan GEMA MAKASE tidak cukup hanya dengan mendata anak-anak yang putus sekolah.
Diperlukan kepedulian dan kerja sama semua pihak agar anak-anak tersebut benar-benar kembali mendapatkan akses pendidikan.
Sekolah pun menyatakan kesiapan untuk menyambut dan mendukung mereka agar dapat melanjutkan pendidikan demi masa depan yang lebih baik.
Di sisi lain, Debby menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 10 Manado kini berangsur normal setelah pembatalan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang sebelumnya berkaitan dengan persoalan BBM.
Ia mengungkapkan, tingkat kehadiran siswa sempat berada di kisaran 50 persen sebelum kondisi pembelajaran kembali membaik.
“Ya, saat ini KBM berlangsung normal dibandingkan kemarin, ketika kehadiran siswa hanya mencapai 50 persen,” jelasnya.
Melalui dukungan terhadap GEMA MAKASE, Debby berharap semakin banyak anak di Kota Manado yang kembali mengenyam pendidikan.
Sebab, mengembalikan anak ke sekolah bukan sekadar memenuhi kewajiban belajar, melainkan memastikan hak mereka atas masa depan tidak terputus.(jet)




