Jam Pertama “Bocor”, Siswa SMPN 7 Manado Berkeliaran — Disiplin Sekolah Di Mana?

Posted on

PROSULUT.com, MANADO – Alih-alih berada di dalam kelas mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), sejumlah siswa SMP Negeri 7 Manado justru terlihat santai berkeliaran di halaman dan nongkrong di kantin saat jam pertama berlangsung, Rabu (11/2/2026).

Pemandangan ini memunculkan pertanyaan serius, ke mana pengawasan pihak sekolah ketika proses belajar seharusnya sudah dimulai?
Jam pertama yang mestinya menjadi fondasi pembelajaran hari itu justru terkesan “longgar”.

Beberapa siswa tampak bebas berada di luar kelas tanpa teguran maupun pengawasan yang terlihat jelas. Situasi tersebut menimbulkan kesan lemahnya kontrol internal sekolah terhadap kedisiplinan peserta didik.

Saat hendak dikonfirmasi, Kepala SMP Negeri 7 Manado tidak berada di tempat. Salah satu guru menyebut kepala sekolah sedang keluar.

“Ibu lagi keluar, mobilnya tidak ada. Mungkin beliau lagi keluar,” ujarnya.

Upaya konfirmasi melalui telepon tidak direspons. Awak media kemudian meminta klarifikasi melalui pesan WhatsApp untuk memberikan hak jawab. Dalam keterangannya, kepala sekolah menyampaikan bahwa saat itu para siswa sedang beristirahat.

Namun berdasarkan pantauan di lapangan, waktu tersebut belum memasuki jadwal istirahat resmi.
Perbedaan keterangan ini semakin menimbulkan tanda tanya. Jika benar belum waktunya istirahat, mengapa siswa bisa bebas berada di luar kelas saat jam pelajaran berlangsung? Jika memang waktu istirahat, mengapa tidak sesuai jadwal?
Disiplin sekolah bukan sekadar aturan tertulis, melainkan komitmen dalam pelaksanaannya. Ketika pengawasan melemah pada jam pertama saja, publik tentu berhak mempertanyakan efektivitas kepemimpinan dan manajemen sekolah.

Beberapa sumber bahkan menyebut, kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Jika benar demikian, maka pembiaran berulang hanya akan memperburuk kualitas pembelajaran.

Instansi terkait diharapkan tidak menutup mata. Evaluasi menyeluruh perlu dilakukan agar sekolah tidak kehilangan wibawa, dan proses pendidikan tidak berjalan sekadar formalitas tanpa kontrol yang tegas.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *