PROSULUT.com, KOTAMOBAGU — Di Kelurahan Biga, aroma kayu terbakar masih samar tercium. Puing-puing hitam berserakan di halaman yang dulu menjadi tempat anak-anak bermain. Dua keluarga kini menatap ruang kosong—ruang yang dulunya mereka sebut rumah. Api yang mengamuk pada Selasa, 25 November 2025, merenggut hampir seluruh kenangan yang mereka bangun selama bertahun-tahun.
Pada Sabtu pagi (06/11/2025), ketika duka masih begitu pekat, langkah-langkah rombongan pemerintah terdengar memasuki lokasi. Ada tatapan haru yang tercipta ketika Refli Rolly Lampungay, salah satu korban, menyambut kedatangan bantuan yang dikirim oleh Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E.
Di tengah puing sisa-sisa kehidupan masa lalu itu, hadir secercah harapan baru.
Plt. Sekretaris Dinas Sosial Sulut, Dr. Zulkifli Golonggom, M.Si, memimpin langsung penyaluran bantuan dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara. Di antaranya terpal, perlengkapan tidur, bahan makanan, dan berbagai kebutuhan dasar lainnya, ada pesan sederhana dari Gubernur, “Tetap tabah. Tetap kuat. Kalian tidak sendiri.”
Bagi sebagian orang, mungkin bantuan itu hanya sekadar paket logistik. Namun bagi dua keluarga yang kehilangan tempat berteduh, bantuan itu adalah simbol hangatnya kepedulian manusia tanda bahwa masih ada tangan yang siap menggenggam mereka ketika dunia seakan runtuh.
Plt, Kepala Dinas Sosial Sulut, Drs. Andra Mawuntu, menyampaikan bahwa Gubernur Yulius Selvanus selalu sigap merespon setiap kabar bencana. “Beliau tidak pernah menunggu besok. Begitu mendengar laporan, beliau langsung memastikan bantuan bergerak,” ujarnya.
Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Staf Khusus Wali Kota, Arman Mokoginta, S.E., turut hadir memberi dukungan moral. Dalam keheningan yang menyelimuti lokasi kebakaran, ia menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Gubernur yang telah berulang kali hadir untuk warga Kotamobagu saat musibah melanda.
Di antara puing-puing itu, terselip harapan baru. Kehilangan memang tak bisa dipulihkan dalam sehari, namun kepedulian yang datang tepat waktu mampu menguatkan langkah untuk bangkit.
Hari itu, di Kelurahan Biga, warga melihat satu hal yang pasti, ketika bencana merenggut banyak hal, kemanusiaan mengembalikannya satu per satu.(jet)




