PROSULUT.com, SANGIHE — Upacara bendera Merah Putih di lingkungan Kodim 1301/Sangihe kembali digelar sebagai momentum untuk memperkuat patriotisme, nasionalisme, disiplin, dan soliditas prajurit. Kegiatan berlangsung di Lapangan Makodim 1301/Sangihe, Jalan Tatehe Woba, Kelurahan Bungalawang, Kecamatan Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Senin (24/8/2026).
Upacara dimulai pukul 07.15 WITA dengan Kapten M. Lolaroh selaku Pasi Ops Dim 1301/Sangihe bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kapten Inf S. Joseph, Pasi Pers Dim 1301/Sangihe, dipercaya sebagai Perwira Upacara, sementara Pelda O. Kakinsale, Danramil 1301-04/Manganitu, bertindak sebagai Komandan Upacara.
Kegiatan tersebut diikuti para perwira staf, para Danramil serta Plh. Danramil 03 hingga 09 jajaran Kodim 1301/Sangihe, bersama personel staf dan anggota Koramil jajaran daratan.
Pasukan upacara terdiri atas satu SST perwira staf bersama Danramil dan Plh. Danramil, dua SST anggota staf dan Koramil jajaran daratan, serta satu regu personel Unit Intel Kodim 1301/Sangihe.
Tanamkan Nilai Keprajuritan
Rangkaian upacara diawali dengan persiapan pasukan, dilanjutkan masuknya Komandan Upacara dan Inspektur Upacara ke lapangan.
Setelah menyanyikan Mars Kartika Eka Paksi, kegiatan dilanjutkan dengan penghormatan pasukan, laporan Komandan Upacara, pengibaran Bendera Merah Putih, dan mengheningkan cipta.
Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila yang dipimpin Inspektur Upacara dan diikuti seluruh peserta. Nilai-nilai keprajuritan kembali diteguhkan melalui pengucapan Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Rangkaian upacara ditutup dengan Andhika Bhayangkari, Mars Kodam XIII/Merdeka, dan doa. Seluruh kegiatan berakhir pada pukul 07.35 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Dandim: Bukan Sekadar
Seremonial
Dandim 1301/Sangihe Letkol Czi Nazaruddin, S.T., M.I.P., menegaskan bahwa upacara bendera memiliki makna penting dalam pembinaan personel.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak semestinya dipandang hanya sebagai rutinitas mingguan, tetapi menjadi sarana untuk membangun karakter dan mental prajurit.
“Upacara bendera bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana untuk menumbuhkan jiwa patriotisme, nasionalisme dan solidaritas prajurit. Melalui kegiatan ini, personel diingatkan kembali terhadap tugas, tanggung jawab dan nilai-nilai yang harus dijunjung sebagai prajurit TNI,” ujar Nazaruddin.
Ia menambahkan, nilai-nilai yang terkandung dalam pelaksanaan upacara harus tercermin dalam sikap dan perilaku prajurit ketika melaksanakan tugas. Disiplin, loyalitas, tanggung jawab, serta kecintaan kepada bangsa dan negara menjadi landasan penting dalam menjalankan setiap amanah.
Menurut Nazaruddin, pembinaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan satuan diharapkan mampu membentuk personel yang semakin profesional, solid, dan memiliki kesiapan dalam menghadapi setiap tugas yang diberikan.
Perkuat Kesiapsiagaan Satuan
Pelaksanaan upacara bendera juga menjadi bagian dari upaya Kodim 1301/Sangihe dalam menjaga kesiapsiagaan dan meningkatkan soliditas internal satuan.
Kehadiran para perwira, Danramil, serta personel jajaran menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga disiplin dan kekompakan dalam pelaksanaan tugas.
Dengan berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, seluruh personel diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam setiap pelaksanaan tugas, baik dalam kehidupan kedinasan maupun saat berada di tengah masyarakat.
Melalui upacara yang dilaksanakan secara tertib dan penuh khidmat tersebut, Kodim 1301/Sangihe menegaskan komitmennya untuk terus membangun prajurit yang berkarakter, disiplin, profesional, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Yosua Patras)




