Resmikan Gedung GMIST Jati Mamre, Bupati Thungari: Gereja Harus Jadi Pusat Pertumbuhan Iman dan Karakter

Posted on

PROSULUT.com, TAHUNA — Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari, S.E., M.M., meresmikan Gedung Ibadah GMIST Jemaat Jati Mamre, Lelepu, Kelurahan Mahena, Kecamatan Tahuna, Minggu (23/8/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari ibadah syukur pentahbisan gedung sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 GMIST Jemaat Jati Mamre.

Momentum tersebut menjadi ungkapan syukur jemaat atas perjalanan 23 tahun pelayanan sekaligus selesainya pembangunan gedung gereja yang diharapkan menjadi pusat persekutuan, pelayanan, dan kesaksian di tengah masyarakat.

Bupati Thungari hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Sangihe Cherry Shandyca Thungari Soeyoenus, S.E., Wakil Bupati Tendris Bulahari, Wakil Ketua TP PKK Agnes L. P. Walukow, serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan tamu undangan.

Ibadah syukur dipimpin Ketua Sinode Kepulauan Sangihe, Pdt. Dr. Welman Boba, M.Th., dengan pembacaan firman Tuhan dari Kejadian 18:1-15, yang mengisahkan Abraham ketika menerima dan melayani tiga orang tamu di dekat pohon-pohon tarbantin di Mamre.

Iman Harus Diwujudkan dalam Pelayanan
Dalam khotbahnya, Pdt. Welman menekankan bahwa iman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Kisah Abraham, menurutnya, memberikan teladan tentang bagaimana umat Tuhan harus memiliki hati yang terbuka, menghormati sesama, serta memberikan pelayanan terbaik ketika mendapat kesempatan untuk melayani.
Perjalanan 23 tahun GMIST Jemaat Jati Mamre juga dinilai harus dimaknai sebagai perjalanan iman yang di dalamnya terdapat perjuangan, pengorbanan, evaluasi, dan karya Tuhan.

Karena itu, gedung gereja yang telah ditahbiskan tidak boleh hanya dipandang sebagai hasil pembangunan fisik.

“Gedung gereja bukan tujuan akhir. Gedung ini adalah sarana untuk menghadirkan pelayanan, memperkuat persekutuan dan menjadi tempat umat Tuhan bertumbuh,” ujar Pdt. Welman.

Pesan tersebut sejalan dengan harapan agar gedung baru dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat kehidupan bergereja sekaligus menghadirkan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Thungari: Jangan Berhenti pada Pembangunan Gedung

Bupati Michael Thungari dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh jemaat dan panitia yang telah bekerja bersama menyelesaikan pembangunan gedung ibadah tersebut.
Menurutnya, peresmian gedung yang bertepatan dengan HUT ke-23 Jemaat Jati Mamre memiliki nilai historis tersendiri.
Selama 23 tahun, jemaat telah melewati berbagai dinamika pelayanan yang tidak terlepas dari perjuangan dan pengabdian para pendahulu.

Thungari mengajak jemaat tidak hanya bernostalgia dengan perjalanan masa lalu, tetapi menjadikan momentum tersebut sebagai titik tolak untuk memikirkan keberlanjutan pelayanan di masa depan.

“Yang perlu kita tanyakan adalah apa yang akan kita kerjakan untuk menjaga dan meneruskan pelayanan ini ke depan,” katanya.

Bupati juga mengaitkan nama Mamre dengan kisah Abraham dalam Alkitab. Ia berharap identitas tersebut senantiasa menjadi pengingat bagi jemaat untuk membangun iman yang kokoh dan terus mengandalkan penyertaan Tuhan dalam setiap pelayanan.

“Harapan kami, Jemaat Jati Mamre Lelepuk senantiasa memiliki iman yang kokoh dan dipenuhi berkat Tuhan,” ujar Thungari.

Gereja Jadi Fondasi Pembentukan Generasi
Lebih jauh, Thungari menegaskan bahwa keberadaan gereja memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Gereja tidak hanya menjadi tempat umat beribadah, tetapi juga dapat menjadi ruang pembentukan karakter, penguatan keluarga, pembinaan generasi muda, serta penanaman nilai tanggung jawab sosial.

Karena itu, ia berharap dari Jemaat Jati Mamre akan lahir generasi yang memiliki iman, karakter, kepedulian terhadap sesama, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.

“Saya berharap dari gereja ini akan lahir orang-orang hebat yang mampu meneruskan dan mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ungkapnya.

Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan agar generasi muda tidak hanya menjadi penerima warisan pelayanan, tetapi tampil sebagai penerus yang mampu menjaga dan mengembangkan pelayanan gereja di masa mendatang.

Pembangunan Rp745 Juta, Bukti Kekuatan Gotong Royong
Sementara itu, pembangunan Gedung Ibadah GMIST Jemaat Jati Mamre dilaporkan menelan anggaran sekitar Rp745 juta.

Bupati menilai capaian tersebut merupakan bukti nyata kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong jemaat.
Di tengah tingginya kebutuhan biaya pembangunan fasilitas saat ini, penyelesaian gedung tersebut menjadi hasil dari kerja keras, pengorbanan, dan dukungan berbagai pihak.

Thungari mengingatkan agar semangat kebersamaan yang telah ditunjukkan selama pembangunan tidak berakhir bersamaan dengan selesainya gedung.
Sebaliknya, semangat tersebut harus terus dipelihara dalam kehidupan pelayanan sehari-hari, termasuk dalam menjaga dan merawat gedung sebagai aset bersama.

“Semangat ini jangan berhenti setelah gedung selesai. Mari terus gunakan kekuatan kebersamaan yang sudah dibangun selama ini,” tegasnya.

Dengan ditahbiskannya gedung baru tersebut, GMIST Jemaat Jati Mamre diharapkan memasuki babak baru pelayanan.
Gedung yang dibangun melalui semangat kebersamaan itu diharapkan benar-benar menjadi rumah pertumbuhan iman, 1pembentukan karakter, penguatan keluarga, pembinaan generasi muda, serta pusat pelayanan dan kesaksian bagi masyarakat Sangihe.
(Yosua Patras)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *