Orang Tua Pindah dari Rumah Kontrakan, Siswa SDN 38 Manado Mangkir Tiga Bulan, Keberadaan Tak Diketahui

Posted on

PROSULUT.com, MANADO – Perpindahan keluarga dari rumah kontrakan menjadi kendala dalam penelusuran seorang siswa SD Negeri 38 Manado yang sudah tiga bulan tidak masuk sekolah. Meski pihak sekolah telah melakukan kunjungan langsung dan berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan serta ketua lingkungan, keberadaan siswa tersebut hingga kini belum diketahui.

Kepala SD Negeri 38 Manado, Jetje Kesek, S.Pd., mengungkapkan kasus tersebut teridentifikasi melalui penelusuran data pokok pendidikan (Dapodik).
Setelah mendapati seorang siswa tidak aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM), pihak sekolah langsung mengambil langkah dengan melakukan home visit guna memastikan kondisi anak sekaligus mencari tahu alasan ketidakhadirannya.

Namun, upaya penelusuran menemui jalan buntu. Keluarga siswa diketahui hanya mengontrak rumah di wilayah tersebut dan kini sudah pindah dari tempat tinggal sebelumnya.
Karena tidak lagi berada di alamat yang tercatat, pihak sekolah kesulitan menemukan siswa maupun memastikan kelanjutan pendidikannya.

“Kami sudah melakukan pencarian, tetapi tidak ditemukan. Kami juga tidak tahu apakah siswa tersebut masih bersekolah atau tidak,” ungkap Jetje.

Hingga kini, belum ada informasi yang memastikan apakah siswa tersebut telah pindah ke sekolah lain atau justru tidak lagi mengenyam pendidikan.

Situasi ini menjadi tantangan bagi SDN 38 Manado dalam mendukung program Gerakan Masyarakat Manado Kembalikan Anak Bersekolah (GEMA MAKASE), yang bertujuan memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikan.

Jetje menjelaskan, penelusuran dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah kelurahan dan ketua lingkungan.

Kasus ini sekaligus menyoroti pentingnya peran orang tua untuk menginformasikan perpindahan tempat tinggal dan memastikan keberlanjutan pendidikan anak, sehingga ketika keluarga berpindah dari rumah kontrakan, status sekolah anak tidak ikut menjadi tidak jelas.

Melalui GEMA MAKASE, upaya mencari siswa yang mangkir diharapkan tidak berhenti pada pendataan dan kunjungan rumah.

Kepastian apakah anak masih bersekolah atau membutuhkan bantuan untuk kembali belajar menjadi hal penting agar tidak ada peserta didik yang terlepas dari perhatian dan kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan.(jet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *