PROSULUT.com, MANADO – Masa libur sekolah menjadi waktu yang tepat bagi orang tua untuk lebih dekat dengan anak sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan keluarga. Hal itu disampaikan Kepala SMP Negeri 1 Manado, Rahman Manggopa, saat menanggapi masa libur yang tengah dijalani para peserta didik.
Menurutnya, meski kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk sementara waktu dihentikan, proses pendidikan sejatinya tetap harus berlangsung di rumah melalui peran aktif orang tua.
“Libur sekolah bukan berarti anak-anak libur dari pendidikan.
Justru ini menjadi kesempatan bagi orang tua untuk membangun komunikasi yang lebih intens dengan anak-anak, mengajak mereka beribadah, belajar hal-hal positif, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan yang baik,” ujar Manggopa di ruang kerjanya, Senin (23/6/2025).
Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter anak.
Karena itu, masa libur hendaknya dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak, sekaligus mengawasi aktivitas mereka agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.
Manggopa juga mengingatkan para peserta didik untuk menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, maupun sekolah selama menjalani masa liburan. Ia berharap tidak ada siswa yang terlibat dalam kenakalan remaja, terlebih aksi tawuran yang dapat merugikan masa depan mereka.
“Walaupun sedang libur, identitas mereka sebagai siswa SMPN 1 Manado tetap melekat. Karena itu, kami berharap anak-anak tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan norma yang berlaku di masyarakat. Jika ada yang terlibat dalam kenakalan remaja, tentu sekolah akan mengambil langkah tegas sesuai ketentuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Manggopa menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh keterlibatan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan masa libur sekolah sebagai momentum memperkuat pembinaan karakter, disiplin, dan tanggung jawab anak di rumah.
“Peran orang tua sangat dibutuhkan. Libur boleh, tetapi pembentukan karakter tidak boleh berhenti. Anak-anak harus tetap diarahkan agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak baik, disiplin, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.(jet)




