PROSULUT.com, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) semakin memperkuat upaya peningkatan literasi nasional melalui pemetaan kemahiran berbahasa Indonesia yang lebih luas dan inklusif. Melalui Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif, pemerintah menghadirkan data yang terukur sebagai landasan penyusunan kebijakan pendidikan dan kebahasaan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Komitmen tersebut ditunjukkan dalam Diseminasi Nasional Kemahiran Berbahasa Indonesia yang digelar di Jakarta, 23 Juni 2026.
Pada kesempatan itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa meluncurkan Buku Peta Kemahiran Berbahasa Indonesia yang memuat gambaran tingkat kemahiran berbahasa masyarakat di tingkat nasional hingga provinsi.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, menegaskan bahwa hasil UKBI tidak hanya menjadi catatan statistik, tetapi juga instrumen strategis untuk mengevaluasi dan memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Indonesia.
Sepanjang 2025, UKBI Adaptif diikuti 321.383 peserta dari 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota dengan capaian Angka Kemahiran Berbahasa Indonesia nasional sebesar 64,23. Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan semakin luasnya pemanfaatan UKBI sebagai alat ukur kemampuan berbahasa Indonesia, bahkan menarik minat 243 warga negara asing dari 51 negara.
Meski demikian, partisipasi mahasiswa masih menjadi perhatian. Dari total peserta, sebanyak 84,9 persen berasal dari kalangan pelajar, sementara mahasiswa baru mencapai 10,3 persen atau sekitar 33.080 peserta.
Kondisi ini dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi untuk memperkuat budaya literasi dan kompetensi berbahasa Indonesia di lingkungan akademik.
Selain memperluas jangkauan pemetaan, Kemendikdasmen juga mendorong layanan kebahasaan yang ramah bagi semua kalangan. Salah satunya melalui pengembangan UKBI Adaptif Disabilitas Rungu yang dirancang untuk memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas rungu dalam mengukur kemahiran berbahasa Indonesia. Uji coba nasional yang dilaksanakan pada Oktober 2025 melibatkan 222 peserta dari berbagai daerah dengan materi yang disesuaikan tanpa mengurangi kualitas pengukuran.
Langkah ini menegaskan komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan pendidikan dan layanan kebahasaan yang inklusif, berbasis data, dan berkeadilan. Dengan pemetaan kemahiran berbahasa yang semakin komprehensif, hasil UKBI diharapkan menjadi fondasi penting dalam meningkatkan literasi, mutu pembelajaran, serta kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Sumber: Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pewarta: PROSulut.com-Jeffry Tulandi.




