Rahman: Sekolah Bertanggung Jawab Atas Kepindahan Siswa

Kepala SMPN 4 Manado, Rahman Manggopa M.Pd saat menerima penghargaan.

Rahman: Sekolah Bertanggung Jawab Atas Kepindahan Siswa

PROSULUT.COM, MANADO – Sekolah tetap bertanggung jawab atas kepindahan peserta didik meski yang bersangkutan merupakan bagian dari belasan siswa yang terbukti melakukan pelanggaran indisipliner.

Demikian disampaikan Kepala Sekolah Menengah Pertama  (SMP) Negeri 04 Manado, Rahman Manggopa MPd, menyikapi kelanjutan pendidikan belasan siswa yang dikeluarkan lantaran terjerat beberapa masalah.

“Mereka kita pindahkan di sekolah – sekolah yang mau menerima. Meski para siswa telah dikeluarkan, sekolah tetap berupaya agar mereka mau melanjutkan sekolah. Semua ini kami lakukan demi masa depan siswa,” ujar Rahman kepada Prosulut.com, di ruang kerjanya, pekan lalu.

Dijelaskan Rahman, sebelum siswa – siswa itu dikeluarkan, dirinya dan beberapa guru terlebih dahulu menghubungi sekolah yang menjadi tempat pendidikan lanjutan. Cara tersebut kata dia, agar siswa tidak memiliki waktu luang untuk melanjutkan studi mereka.

Lebih jauh dijelaskannya kalau belasan siswa itu dikeluarkan berdasarkan keputusan bersama. Artinya kata Rahman, sekolah tidak sepihak memberikan sanksi tapi melibatkan semua pihak yang berkompoten, semisal komite sekolah dan para guru.

“Kami juga telah menyampaikan keputusan yang diambil kepada orang tua siswa. Kepada orang tua kami menjelaskan secara rinci pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan anak mereka. Dengan begitu orang tua akan menerima apa yang telah ditetapkan sekolah,” tandas Rahman.

Sebelumnya tambah mantan Kepala SMP Negeri 03 Manado itu, dirinya dengan para guru telah berulang kali menyampaikan dimana sekolah adalah lembaga atau pusat pendidikan, sehingga jika ditemukan adanya siswa yang melakukan pelanggaran berulang – ulang, sanksi terberatnya dikeluarkan.

“Yang harus kita pikirkan dan kedepankan adalah kepentingan umum. Jangan karena ulah satu dua siswa, nama baik sekolah terkena imbasnya. Secara pribadi, saya dan guru – guru tidak menyimpan marah, tetapi yang namanya aturan harus diutamakan. Jadi, jika mereka dikeluarkan itu berarti pelanggaran yang dilakukan tidak dapat lagi ditolerir,” imbuh Rahman. (jeting)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *