PROSULUT.com, MANADO — Sulawesi Utara menjadi tuan rumah Sarasehan Nasional Obligasi Daerah yang digelar di Ruang CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut. Acara ini mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga keuangan untuk membahas peluang pembiayaan pembangunan melalui instrumen obligasi daerah, pada Rabu, 19/11/2025
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus hadir sebagai Keynote Speaker dan membuka forum dengan paparan mengenai kondisi pembangunan serta kapasitas fiskal daerah. Ia menyampaikan data faktual sebagai landasan penting bagi diskusi kebijakan.
Dalam sambutannya, Yulius menegaskan pentingnya keberanian pemimpin dalam menghadapi tantangan. Menurutnya, keputusan sulit justru harus diambil pada saat daerah berada dalam tekanan fiskal yang berat.
“Pemimpin harus berani menghadapi persoalan dan mengambil keputusan dalam situasi sulit,” tegasnya di hadapan peserta sarasehan.
Ia juga memberikan klarifikasi terkait dinamika pernyataan seorang anggota DPR RI mengenai kinerja fiskal Sulut. Namun Yulius menekankan bahwa kondisi tersebut tidak boleh melemahkan semangat pemerintah daerah.
Gubernur memaparkan penurunan signifikan Transfer ke Daerah (TKD), dari sekitar Rp14 triliun pada 2025 menjadi hampir Rp11 triliun pada 2026. Kondisi ini membuat Sulut masuk kategori kapasitas fiskal rendah sesuai PMK No. 65 Tahun 2024.
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, Yulius menawarkan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan. Ia menilai instrumen ini sudah terbukti digunakan oleh banyak negara maju hingga ke level kota.
Dalam forum itu, ia juga menyoroti potensi strategis Sulawesi Utara sebagai hub logistik kawasan, didukung posisi geografis, jalur ALKI II–III, serta karakter masyarakat yang toleran dan terbuka.
Yulius menyampaikan bahwa inovasi pembiayaan sangat diperlukan untuk mendukung target RPJMD 2025–2029, termasuk pertumbuhan ekonomi 7,8–8,08 persen dan peningkatan daya saing daerah.
Menutup paparannya, Gubernur berharap sarasehan ini menghasilkan rumusan kebijakan visioner yang dapat mempercepat pembangunan Sulawesi Utara dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah lainnya.(jet)




