PROSULUT.com, SEA MITRA – Di sebuah dusun kecil yang tenang, nyanyian pujian Natal kembali menggema. Jemaat Kolom 9 GMIM Bukit Zaitun Sea Mitra, Minahasa, berkumpul bersama dalam sukacita sederhana namun penuh makna untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus, Senin 8/12/2025.
Ibadah dipimpin hangat oleh Ketua Jemaat, Pendeta Linda O. Sekeon Kiling, S.Th., malam itu memimpin umat seperti seorang ibu yang menyapa anak-anaknya pulang.
Ibadah diawali dengan doa bersama, doa lembut yang mempersatukan setiap hati, dari yang paling muda hingga yang telah menua. Prosesi pemasangan lilin kemudian menerangi ruangan, seakan mengingatkan bahwa di tengah segala kesibukan dan pergumulan hidup, terang Kristus tetap menyala bagi setiap orang.
Pemuda, remaja, anak Sekolah Minggu, PKB, dan WKI turut mengambil bagian dalam pembacaan Alkitab. Setiap suara yang terdengar, meski sederhana, membawa kehangatan tersendiri sebuah bukti bahwa Natal adalah milik semua generasi.
Dalam khotbah dari Yesaya 60:1–22, Pendeta Linda mengajak jemaat untuk bangkit dan melihat terang Tuhan. Ia mengingatkan bahwa Natal bukan soal baju baru atau hiasan paling indah, melainkan pembaruan hati kemampuan untuk mengampuni, mengasihi, dan tetap berharap meski hari-hari kadang terasa berat.
Para pelayan khusus hadir mendampingi ibadah ini dengan penuh dedikasi: Penatua Kolom 9 Ibu Vanny Wullur Rorintulus, Diaken Ibu Yoan Tipaka Mokoginta, serta Koordinator PKB Bpk. Yohanes Sondak, Bpk. Donal Wullur, dan Bpk. Yulian Ngantung. Dari WKI hadir Ibu Vera Lapian dan Ibu Jein Ngantung. Pemuda diwakili Bpk. Handy Mosey, remaja oleh Bpk. Wianto, dan Sekolah Minggu oleh Ibu Meyti Pongoh. Kebersamaan mereka mencerminkan bahwa pelayanan tumbuh dari hati yang mau melayani, bukan sekadar tugas.
Ibadah ditutup dengan jamuan kasih dan penyerahan diakonia—momen ketika tangan-tangan saling merangkul, berbagi, dan memperlihatkan bahwa kasih Tuhan bisa hadir lewat hal-hal kecil yang dilakukan dengan ketulusan.
Natal di dusun kecil ini mungkin tak megah, tetapi justru di sanalah keindahan itu terasa. Di tempat sederhana ini, terang Tuhan menemukan rumah di hati umat yang setia. Dan dari dusun ini pula, harapan baru kembali menyala bagi setiap orang yang hadir.(jet)




