MANADO — Pengalaman dan kesiapan mengemban amanah menjadi modal Novel Manopo dalam memimpin SD Negeri 72 Manado. Setelah melalui proses Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) tahun 2025 dan memperoleh sertifikat, Novel resmi diangkat sebagai Kepala Sekolah definitif SDN 72 Manado oleh Pemerintah Kota Manado pada 20 Agustus.
Penugasan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Novel dalam menjalankan tanggung jawab sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang pendidikan.
Sebelum dipercaya memimpin SDN 72 Manado, Novel sebelumnya bertugas di SDN 06 Manado, kemudian menjalani tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di SDN 44 Manado, hingga akhirnya ditetapkan sebagai kepala sekolah definitif di SDN 72 Manado.
Memasuki lingkungan kerja yang baru, Novel memilih membangun komunikasi terlebih dahulu dengan jajaran tenaga pendidik dan kependidikan.
Pertemuan bersama staf pengajar menjadi salah satu langkah awal untuk menyatukan visi serta membahas berbagai hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengelolaan sekolah.
“Pertama kami akan berbenah, karena yang menjadi penunjang adalah sarana untuk memperkuat numerasi dan literasi yang tentunya sesuai aturan yang dituangkan oleh dinas,” ujar Novel.
Menurutnya, pembenahan sarana pendukung pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan proses pendidikan yang berkualitas.
Penguatan literasi dan numerasi juga menjadi perhatian agar peserta didik memiliki kemampuan dasar yang kuat sebagai bekal dalam mengikuti proses pembelajaran.
Dalam menjalankan kepemimpinannya, Novel melihat adanya peluang besar untuk membawa SDN 72 Manado berkembang. Hal tersebut didukung oleh antusiasme tenaga pendidik dan kependidikan yang dinilainya memiliki semangat untuk bekerja sama dan berkolaborasi.
“Ketika kami lihat, sangat memungkinkan kita maju karena dilihat dari tendik sangat antusias untuk berkolaborasi untuk memajukan pendidikan di Kota Manado,” jelasnya.
Bagi Novel, kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam menjalankan roda pendidikan di sekolah. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan orang tua harus memiliki peran yang saling mendukung demi tercapainya tujuan pendidikan.
Ia pun berharap setiap program dan langkah pembenahan yang dilakukan dapat berjalan sesuai dengan aturan serta kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan Dinas Pendidikan.
“Kami sangat berharap semua ini akan berjalan sesuai dengan aturan dan ini perlu adanya kolaborasi bersama, terlebih orang tua,” katanya.
Novel menegaskan dirinya siap menjalankan setiap amanah yang diberikan. Baginya, penugasan sebagai ASN merupakan bentuk tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh kesiapan dan komitmen.
“Apapun tugas yang dipercayakan selaku ASN, kami sangat siap,” tegas Novel.
Dengan pengalaman bertugas di sejumlah sekolah, proses BCKS yang telah dilalui, serta dukungan tenaga pendidik dan kependidikan, Novel berharap kepemimpinannya di SDN 72 Manado dapat membawa semangat baru dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Penguatan literasi dan numerasi, pembenahan sarana pendukung, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi sejumlah langkah yang akan dikedepankan dalam upaya membawa SDN 72 Manado semakin maju dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik.(jet)




